Klipping “Kebugaran Jasmani”

 Kliping

KEBUGARAN JASMANI

D

I

S

U

S

U

N

Oleh :

Nama : Nur Khalisa Syafar

NIS : 11062

KLS : XI IPA 1

SMAN 02 BARRU


Latihan Kebugaran Jasmani tubuh yang bugar merupakan modal agar kita dapat beraktivitas sehari – hari secara cepat dan gesit. Tubuh yang bugar bisa di dapat dengan melakukan latihan kebugaran jasmani secara teratur. Lalu, bentuk – bentuk latihan apa saja yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani?

  1. Hakikat kebugaran jasmani

    Setiap orang membutuhkan kesegaran jasmani yang baik agar ia dapat melaksanakan pekerjaannya dengan efisien dan efektif tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Kesegaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh melakukan penyesuaian (adaptasi) terhadap pembebanan fisik yang diberikan kepadanya tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti.


    Program latihan kondisi fisik perlu direncanakan secara sistematis. Tujuannya untuk meningkatkan kesegaran jasmani dan kemampuan ergo sistem tubuh. Proses latihan kondisi fisik yang dilakukan secara cermat dan berulang – ulang dengan kian hari meningkat beban latihannya, memungkinkan kesegaran jasmani seseorang meningkat. Berkenaan dengan pembinaan kondisi fisik untuk meningkatkan kesegaran jasmani, kita perlu mengenal beberapa unsur kesegaran jasmani yang perlu dilatih. Unsur – unsur kesegaran jasmani tersebut, kekuatan, kecepatan, daya tahan otot jantung dan paru –paru, kelincahan, daya ledak, serta kelentukan.

     

  2. Bentuk – bentuk Latihan Kebugaran Jasmani

    Latihan peningkatan kekuatan (strength) unsur terpenting dalam program latihan untuk meningkatkan kesegaran jasmani ialah kekuatan.

    1. Bentuk – bentuk latihan

      Kekuatan Latihan yang sesuai untuk mengembangkan kekuatan ialah latihan tahanan (resistance exercises). Ditinjau dari tipe kotraksi otot, latihan tahan terbagi dalam 3 katagori, yaitu KontraksiI sometrik. Kontraksi Isotonik, dan Kontraksi isokinetik. Ketiga macam kontraksi tersebut dijelaskan dalam bagian berikut ini :

      1. Kontraksi Isometrik

        Kontraksi isometrik atau kontraksi statik merupakan kontraksi sekelompok otot tanpa gerakan anggota tubuh. Bentuk latihan dapat berupa mengangkat, mendorong, atau menarik benda yang tidak dapat digerakkan, seperti mendorong tembok, pohon, dan sebagainya. Keuntungan latihan isometrik adalah sebagai berikut :

        1. Latihan dapat dilakukan dalam posisi sembarang (berdiri, duduk, dan tidur)
        2. Tidak memerlukan alat yang khusus dan mahal
        3. Tidak memerlukan waktu yang terlalu lama
        4. Dapat mengembangkan kekuatan pada setiap sendi yang diperlukan
        5. Tidak akan menimbulkan sakit otot
        6. Pada waktu atlit harus istirahat karena cedera, latihan isometrik tetap dapat dilakukan sehingga kondisi kekuatan toto tidak menurun
      2. Kontraksi Isotonik

        Dalam latihan isotonic tampak anggota tubuh yang bergerak. Kontraksi isotonic meliputi 2 macam bentuk, yaitu kontraksi konsentrik yaitu otot memendek dan kontraksi eksentrik yaitu otot memanjang. Kontraksi konsentrik adalah tipe kontraksi otot melebihi umum. Latihan isotonic biasanya dilakukan dengan memakai beban, baik berupa beban tubuh sendiri maupun beban dari luar, seperti lempengan besi, katrol, atau mesin latihan. Keuntungan latihan isotonic jika dibandingkan dengan kontraksi isometrik adalah sebagai berikut :


        1. ruang geraknya lebih luas sehingga menjamin tetap terlatihnya kelentukan
        2. Turut berkembangnya daya tahan bersamaan dengan perkembangan kekuatan
        3. Secara psikoligis lebih memberikan kepuasan
      3. Kontraksi Isokinetik

        Dalam kontraksi isokinetik otot dapat menyebabkan ketahanan yang sama melalui seluruh ruang geraknya sehingga otot bisa bekerja selama maksimal pada setiap sudut persendiannya. Hal ini dimungkinkan karena adanya alat berlatih, yakni mesin latihan yang diciptakan secara khusus seperti universal gym, nautilus Cybex Isokinetic Eserciser. Alat – alat tersebut memungkinkan otot berkontraksi secara cepat dan konstan melalui seluruh ruang geraknya karena mesin memiliki konsistensi untuk mengontrol kecepatan. Berdasarkan hasil penelitian, kontraksi isokinetik lebih baik jika dibandingkan dengan kontraksi isometrik dan isotonic.

         


 

  1. Latihan peningkatan daya tahan otot, jantung, dan paru – paru

    Daya tahan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan kerja dalam waktu yang relatif lama. Istilah lain yang sering digunakan adalah respiration-cardiovascularendurance, yaitu daya tahan yang bertalian dengan pernafasan jantung dan peredaran darah.

  1. Latihan daya tahan otot

    Daya tahan otot adalah kemampuan otot – otot untuk melakukan tugas gerak yang membebani otot dalam waktu yang cukup lama. Salah satu bentuk latihan daya tahan otot adalah latihan beban (weight training). Weight training adalah latihan – latihan yang sistematis dengan beban yang hanya dipakai sebagai alat untuk menambah kekuatan otot guna mencapai berbagai tujuan tertentu.

    1. Prinsip – prinsip Wight Training
      1. Weight Training harus didahului oleh warm up (pemanasan yang menyeluruh)
      2. Sebagai patokan dianjurkan untuk melakukan tidak lebih dari 12 RM dan tidak kurang dari 8 atau 12 RM (Repetisi maksimal) untuk setiap bentuk latihan. 8 RM dilakukan melalui proses trialand error (coba-coba)
      3. Agar hasil perkembangan otot efektif, setiap bentuk pelatihan dilakukan dalam 3 set dengan istirahat antara setiap set sekitar 3 – 5 menit
      4. Setiap mengangkat, mendorong, atau menarik beban harus dilakukan dengan teknik yang benar.
      5. Setiap bentuk latihan harus dilakukan dalam ruang gerak yang seluas – luasnya, yaitu dari ekstensi penuh dan kontraksi penuh
      6. Selama latihan pengaturan pernafasan harus diperhatikan
      7. Weight training sebaiknya dilakukan 3 kali dalam seminggu dengan hari yang diselingi dengan 1 hari istirahat untuk memberikan kesempatan bagi otot berkembang dan mengadaptasikan diri pada hari istirahat tersebut
      8. Weight training harus diawasi oleh seorang pelatih yang mengerti betul masalah weight

Makalah “Hubungan Dasar Negara dengan Konstitusi”

Kata Pengantar

Hanya oleh karunia Tuhan Yang Maha Esa, saya bisa menyelesaikan pembuatan makalah ini, puji dan syukur kami panjatkan kehadirat-Nya.

    Makalah ini saya susun untuk menyelesaikan tugas dari guru bidang studi kewarganegaraan dengan judul makalah “Hubungan Dasar Negara dengan Konstitusi”. Sistematika makalah ini dimulai dari pengantar yang merupakan apersepsi atas materi yang telah dan akan dibahas dalam bab tersebut yang dirangkai dengan peta konsep. Selanjutnya, pembaca akan masuk pada inti pembahasan dan diakhiri dengan penutup berupa kesimpulan dan saran. Dengan makalah ini, diharapkan pembaca dapat mengkaji berbagai fenomena dan permasalahan yang mereka temui sehari-hari dalam hidup bermasyarakat.

    Saya juga berterima kasih atas dukunga guru dan teman, sehingga makalah ini dapat saya buat berdasarkan pembelajaran yang sudah saya lewati. Semoga makalah ini dapat disimpan dengan baik, agar dapat terus dipelajari, dan dapat memberikan wawasan baru bagi yang membacanya.

    Akhirnya, sesuai pepatah “tiada gading yang tak retak,” saya mengharapkan saran dan kritik atau penilaian tentang cara saya menyusun dan membuat makalah ini. Kebenaran dan kesempurnaan hanya Allahlah yang Punya dan Mahakuasa. Saya juga berterima kasih pada pihak yang membantu pembuatan dan penyusunan makalah ini. Termasuk yang membantu mencetak makalah ini.

Terima Kasih

Barru,         Maret 2012

 

Nur Khalisa Syafar

    Nis. 11062

Daftar Isi

 

Kata pengantar                            1

Daftar isi                            2

Bab I pendahuluan                            3

Bab II pembahasan                            4

  1. Pengertian dasar negara                             4
  2. substansi dasar negara                            5

bab III penutup                            10

  1. kesimpulan                            10
  2. saran                            10

 

Bab I

(pendahuluan)

Dalam pidato di depan Sidang I BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, yang kemudian dikenal sebagai pidato lahirnya Pancasila, Ir. Soekarno mengusulkan konsep dasar negara. Ia antar lain mengatakan sebaga berikut.

“paduka tuan ketua yang mulia! Saya mengerti apakah yang paduka Tuan ketua kehendaki! Paduka tuan ketua minta dasar, minta Philosophische gondslag, atau jikalau kita boleh memakai perkataan yang muluk-muluk, paduka tuan ketua yang mulia meminta suatu “Weltanschauuung“, di atas mana kita mendirikan Negara Indonesia itu”.

    “kita melihat dalam dunia ini bahwa banyak negeri-negeri yang merdeka, dan banyak diantara negeri yang merdeka itu berdiri di atas satu     “Weltanschauuung“. Hilter mendirikan Jermania di atas ‘national-sozialistische
Weltanschauuung’, filsafat nasional-sosialisme telah menjadi dasar negara Jermania yang didirikan oleh adolf Hitler itu. Lenin mendirikan negara Soviet di atas suatu “Weltanschauuung“, yaitu Marxistische, Historish-materialistische Weltanschauuung. Nippon mendirikan negara Dai Nippon di atas ‘Tennoo Koodoo Seishin’. Di atas ‘tennoo Koodoo Seishin’ Inilah negara Dai Nippon didirikan. Saudi Arabia, Ibn Saud, mendirikan negara Arabia di atas satu ‘Weltanschauuung, bahkan di atas satu dasar agama, yaitu Islam. Demikian itulah yang diminta oleh Paduka Tuan Ketua yang mulia : Apakah ‘Weltanschauuung‘ kita, jikalau kita hendak mendirian Indonesia yang merdeka?”.

    Kutipan diatas menunjukkan bahwa ibarat orang hendak mendirikan sebuah gedung yang memerlukan fondasi atau landasan yang kokoh, begitu pulalah kiranya jika sebuah bangsa hendak mendirikan negara. Bangsa itu memerlukan landasan bagi bangunan negara yang kokoh pula. Karena hakikat hidup bernegara adalah mengatur kehidupan bersama sehingga terwujud kesejahteraan bersama, maka fondasi itu tentu berupa gagasan pokok/dasar yang menjadi acuan pokok (dasar dan sumber) aturan ketika sebuah bangsa hendak mengatur kehidupannya.    

 

Bab II

(Pembahasan)

1. Pengertian Dasar Negara

    Istilah dasar negara memiliki padanan kata philosophische grondslag (Belanda) berarti norma (lag) dasar (gronds) yang bersifat filsafati (philosophische),
dan Weltanschauuung (Jerman) berarti pandangan mendasar (anschauuung) tentang dunia (welt).

    Jadi, kedua istilah itu mempunyai kesamaan makna, yaitu: ajaran atau teori yang merupakan hasil pemikiran mendalam (pemikiran filsafati) mengenai dunia dan kehidupan di dunia, termasuk kehidupan bernegara di dalamnya, yang dijadikan pedoman dasar dalam mengatur dan memelihara kehidupan bersama dalam suatu negara. Ajaran semacam itu dalam bahasan inggris disebut ideology, yang kita terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi ideologi.

    Beberapa definisi tentang ideologi menurut para ahli, menunjukkan bahwa ideologi selalu berupa gagasan-gagasan yang memiliki sifat-sifat pokok sebagai berikut:

  1. Gagasan-gagasan di dalam ideologi bersifat sistematis; artinya, gagasan tersusun secara padu, unsur-unsurnya tidak bertentangan satu sama lain.
  2. Gagasan-gagasan itu berfungsi atau dipergunakan oleh penganutnya atau yang mempercayainya sebagai pedoman dalam kehidupan bernegara.
  3. Gagasan-gagasan yang ada di dalam sebuah ideologi masih berupa gagasan dasar atau umum, sehingga memerlukan penjabaran agar isa dilaksanakan/operasioal.

     

Contoh :

  • Bangsa Amerika dan bangsa-bangsa Barat lainnya umumnya menganut ideologi libelarisme, yang dalam bidang ekonomi berupa kapitalisme.
  • Sampai tahun 1990-an kebanyakan bangsa yang hidup di Eropa Timur masih menganut ideologi sosialisme dan/ atau komunisme/ Marxisme. Bangsa Cina di RRC dan bangsa Korea di Korea Utara sampai kini asih menganut ideologi komunisme.
  • Bangsa Indonesia menganut ideologi Pancasila.

     

    Jadi, dasar negara sesungguhnya sama dengan ideologi negara, sama dengan dasar filsafat kenegaraan atau pandangan dasar kenegaraan.

2. Subsansi Dasar Negara

    Sebuah dasar negara umumnya dikembangkan berdasarkan keyakinan tertentu tentang hakikat manusia. Pada umumnya diakui bahwamanusia adalah makhluk ciptaan uhan yang memiliki dua dimensi, yaitu sebagai makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial. Sebagai makhluk pribadi manusia memiliki kebebasan individual, sementara sebagai makhluk sosial manusia terikat dalam kebersamaan.

    Ada pemikir dasar negara yang mengutamakan salah satu dari kedua dimensi itu. Namun ada juga yang melihatkeduanya sebagai sesuatu yang padu, tidak bisa dipisah-pisahkan. Liberalisme misalnya, lebih mengutamaka kebebasan atau sisi individualitas manusia. Sedangkan sosialisme lebih mengutamakan dimensi kebersamaan atau sosialitas manusia. Pandangan tentang hakikat manusia itu menentukan pandangan tentang ajaran moral, kehidupan politik, dan kehidupan ekonomi yang harus diperjuangkan para penganut dasar negara yang bersangkutan.

  1. Liberalisme

    Dalam liberalisme manusia dipandang sebagai makhluk yang bebas, rasional, dan mampu memperbaiki diri sendiri (Macridis, 1986; Goodwin, 1982). Manusia adalah makhluk bebas dan bermartabat mulia yang kebebasan dan martabatnya tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun. Manusia itu saling berbeda satu dengan yang lain, karena secara alamiah mereka bebas dan merdeka. Kebebasan manusia adalah nilai utama dalam ajaran liberalisme. Bahkan kebebasan itu menjadi sarana bagi setiap individu dalam mengejar kepentingan mereka masing-masing.

  • Ajaran moral liberalisme

Liberalisme mengandung prinsip-prinsip/ajaran moral, politik, dan ekonomi yang mengatur kehidupan bersama. Prinsip moral liberalisme adalah pengakuan atas hak-hak asasi manusia seperti hak kebebasan, hak kemuliaan, dan hak hidup manusia. Kekerasan terhadap manusia tidak dapat diterima kecuali dalam peperangan, yang dimaksudkan untuk mempertahankan kebebasan masyarakat itu sendiri. Libera isme juga menjunjung tinggi toleransi. Masyarakat liberal bangga atas sikap toleran mereka, dan sekaligus menentang penindasan terhadap pandangan-pandangan yang berbeda atau ekstrem.

  • Ajaran politik liberalisme

Prinsip politik liberalisme mencakup pengakuan atas hak-hak asasi politik, seperti hak-hak berserikat, berkumpul, hak mengeluarkan pendapat baik lisan maupun tertulis, hak partisipasi, hak memutuskan bentuk kenegaraan yang akan dibangun, dan hak menentukan kebijakan pemerintah. Perwujudan hak berbicara dan hak memilih mensyaratkan kebebasan warga untuk memilih beragam doktrin politik yang berkembang di masyarakat. Olh karea itu, pemilihan umum harus diikuti oleh banyak partai politik.

    Menurut Henry B. Mayo, dmokrasi yang dikembangkan berdasarkan liberalisme di Barat dilandasi oleh sejumlah nilai. Nilai-nilai itu menjadi landasan etis dalam pelaksanaan demokrasi di negara-negara barat. Beberapa nilai tersebut antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Menyelesaikan perselisihan secara damai dan melembaga
  2. Menjamin terselenggaranya perubahan masyarakat secara damai
  3. Menyelenggarakan pergantian pemimpin secara teratur
  4. Membatasi penggunaan kekerasan sampai seminimal mungkin
  5. Mengakui dan menggap wajar adanya keanekaragaman dalam masyarakat seperti, keanekaragaman pendapat, kepentingan, dan sebagainya
  6. Menjamin tegaknya keadilan
  • Ajaran Ekonomi Liberalisme

Dalam bidang ekonomi, kebebasan juga menjadi nilai utama liberalisme. Kebebasan terkait erat dengan prinsip laissez-fairi, yang keinginan campur tangan negarasedikit mungkin dan kebebasan semaksimal mungkin bagi perjuangan kepetingan masing-masing individu. Kemakmuran masing0masing orang diusahakan dengan jalan memberi kesempatan sebebas-bebasnya kepada masing-masing orang untuk mengejar kepentingan dirinya. Liberalisme mengutamakan perekonomian swasta, sistem perdahgangan bebas, atau kapitlisme. Liberalisme mengakui dan menjamin hak-hak dan kebebasan-kebebasan perorangan dalam kegiatn ekonomi. Liberalisme juga menghargai hak seserang untuk memuaskan keinginan-keinginan menurut caranya sendiri dan untuk menggunakan kekayaannya sesuai keputusan pribadi masing-masing.

  1. Sosialisme

    Sosialisme lahir sebagai reaksi atas krisis sosial akibat industrialisasi dan cara produksi liberal-kapitalisme di abad ke- 19. Sistem ekonomi kapitalis yang digerakkan oleh prinsip persaingan bebas antar pihak dalam mencari sebanyak mungkin keuntungan pribadi telah menempatkan kaum buruh dalam posisi ang semakin lemah, terbelenggu oleh kemiskinan, ketergantungan, penghisapan, dan keterbelakangan di hadapan kaum pemodal yang semakin kaya dan sejahtera.

  • Ajaran moral sosialisme

Sosialisme berpandanagn bahwa manusia pada dasarnya adalah makhluk kretif dan dapat memperoleh kebahagiaan serta kepuasan melaluyi kerja bersama. Manusia pada dasarnya berwatak sosial dan memiliki rasa kesetiakawanan atau solidaritas. Oleh karena itu, maka kerjasama/koperasi itu merupakan sesuatu yang alamiah bagi manusia, dan skaligus merupakan organisasi sosial yang diperlukan manusia. Sosialisme berpendapat bahwa manusia saling tergantung tidak saja dalam hal materi namun juga dalam hal budaya dab spiritual. Manusia tidak mungkin sepenuhnya berada di luar masyarakat. Manusia adalah makhluk yang dibentuk oleh lingkungan, bukan pribadi yang memiliki sifat-sifat turunan atau bawaan semata.

  • Ajaran ekonomi sosialisme

Menurut Heuken SJ (1988), pokok-pokok ajaran dan teori sosialisme meliputi hal-hal berikut ini:

  1. Penghapusan atau pembatasan hak milik pribadi atas alat-alat produksi; pengambilalihan alat-alat produksi oleh negara atau langsung oleh kaum buruh; pembagian kembali milik pribadi.
  2. Perlindungan bagi kaum buruh terhadap penghisapan kemiskinan, pengangguran dalam betukn jaminan kerja bagi semua; pembentukan koperasi produktif bagi kaum buruh; pemberian hak bagi kaum buruh untuk ikut dalam penentuan kebijan perusahaan melalui wakil-wakil buruh atau melalui serikat-serikat buruh; partisipasi dalam laba perusahaan atau ikut memiliki perusahaan.
  3. Perubahan struktur kekuasaan ekonomi dengan jalan pengawasan negara terhadap perusahaan monopoli, pengaembangan perusahaan milik negara, perencanaan produksi dan pembagian hasil produksi oleh negara.
  4. Perubahan struktur kekuasaan dengan memaksakan pengakuan terhadap kesamaan kedudukan semua warga negara, atau dengan penyerahan kekuasaan kepada kelas yang bekerja saja.
  5. Perjuangan melawan privilese-privilese pendidikan yang dimiliki oleh kelas menengah dan kelas atas.
  • Ajaran politik sosialisme

Menurut pandangan sosialisme, bekerja dalam sistem kapitalis tidak dapat dinikmati karena sistem kerjanya bersifat eksploitatif. Sedangkan bekerja dalam sistem sosialis pasti menyenangkan karena berwatak sosial. Kerja dalam sistem kapitalis telah menimbulakan kemiskinan yang secara mencolok ditunjukkan oleh ketidakmampuan buruh untuk membeli barang-barang yang telah diproduksinya sendiri. Oleh karena itu, kemiskinan menjadi keprihatinan utama sosialisme.

  1. Marisme/komunisme

    Marxisme/Komunisme adalah ajaran Karl Marx yang kemudian direvisi oleh Lenin, Stalin, dan Mao Tze Dong.

  • Ajaran moral komunisme

Prinsip moral utama komunisme adalah bahwa segala jalan dianggap halal, asal membantu mencapai tujuan, termasuk pemerintahan diktatur oleh partai komunis. Ini terbukti dngan dilakukannya pembunuhan massal di Rusia, RRC dan Kamboja, dan peistiwa Madiun dan G-30-S/PKI. Setiap bentuk asli komunisme pasti ateis, karena komunisme berdasarkan materialisme, yang menyangkal adanya jiwa rohani dan Tuhan, sehingga menindas kebebasan pribadi dan agama.

  1. Pancasila

    Menurut pancasila, manusia pada hakikatnya makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, yang bersifat mono-dualis. Manusia adalah makhluk pribadi dan sekaligus makhluk sosial. Menurut pancasila kedua hal itu harus selaras dan seimbang. Kebebasan individu tidak boleh merusak semangat kerjasama antarwarga, namun kerjasama antar warga juga tidak boleh mematikan kebebasan individu.

        Sistem politik yang sesuai dengan dasar pancasila adalah sistem demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan. Sistem perekonomian yang dikehendaki adalah sistem ekonomi kerakyatan dimana kesejahteraan rakyat menjadi tujuan utamanya. Perekonomian nasional diselenggarakan atas dasar demorkrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan berwawasan lingkungan, kemandirian serta menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.

        Negara mengambil peran penting dalam kehidupan ekonomi dengan menguasai sektor-sektor perekonomian yang “menguasai hajat hidup orang bayak”, “bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya” dan memanfaatkannya bagi “sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”. Namun sektor swasta juga harus mengambil peran dalam kegiatan ekonomi. Demikian pula halnya dengan koperasi, yang merupakan wadah kegiatan ekonomi rakyat di luar sektor swasta. Hak milik pribadi dijamin dan dilindungi oleh negara, namun juga diakui bahwa hak milik mempunyai fungsi sosial. Hak-hak kaum buruh dan fakir miskin juga dijamin dan dilindungi.

 

Bab III

(Penutup)

Kesimpulan

  1. Setiap bangsa mendirikan negara dengan didasarkan pada dasar negara tertentu.
  2. Dasar negara adalah prinsip-prinsip atau norma dasar yang harus dijadikan dasar dan sumber bagi seluruh hukum yang akan disusun dalam satu negara
  3. Dasar negara menjadi pedoman hidup bernegara baik bagi penyelenggara negara maupun rakyat
  4. Terdapat berbagai macam dasar negara seperti, liberasisme, sosialisme, komunisme.
  5. Bangsa Indonesia menjadikan pancasila sebagai dasar negaranya.

 

Saran

    Mari kita bersatu untuk menjaga kesatuan negara kita dan tetap berpegang kepada dasar negara kita yaitu Pancasila. Terutama bagi kitapelajar, yang masih berusaha mengenal negara kita lebih dekat, dan kita harus memilii impian untu meningkatkan kualitas negarakita baik dalam hal politik, ekonomi, sosial maupun dalam hal budaya kita. Mari cintai tanah air kita dan buktikan melalui tindakan kita sehari-hari!

Posted in PKn

Contoh ‘Announcwment’

ANNOUNCEMENT

Delivery to all students of junior high school 3 Tanete Rilau for get ready to follow the contest between class.

    Activity mentioned, that is :

  1. Contest Drama
  2. Contest to Read The Koran
  3. Contest Single Sing
  4. Contest Vocal Group

    Etc. (and other….)

Actvity mentioned will happen at :

  • Time : 08 a.m. – 17.15 p.m.
  • Date : 18 – 11 – 2010 until 20 – 11 – 2010
  • Place : In the hall for activity art and

    field of public for activity sport

That is our information .

We as program management express is, say “thank you very much for attention”

 

Marked :

    

……………………………

Chairman of Program

 

 

Created by : Nur Khalisa Syafar

ROBBERT and MARRY

    

Ini adalah cerita tentang perkawinan sedarah antara Robert dan Marry. Robbert dan Marry adalah keluarga yang terkenal paling bahagia, dan harmonis. Robert dan Marry telah menikah selama 15 tahun, mereka telah mempunyai dua orang anak, seorang laki-laki dan seorang perempuan. Mereka tinggal di rumah pribadi mereka di Calivornia. Sebentar lagi adalah hari ulang tahun pernikahan mereka yang ke-15.

    Untuk menyambut hari ulang tahun pernikahan mereka yang ke-15 itu, Robbert sengaja mengambil cuti untuk keluarganya. Ia ingin hari ulang tahun pernikahannya itu ia habiskan bersama dengan keluarganya. Keluarga Robbert benar-benar keluarga yang paling harmonis dan bahagia. Di hari itu juga, Robbert mengajak istrinya seorang, untuk keluar melihat pemandangan yang sangat indah di belakang rumahnya. Udara sejuk mengisi kedamaian di antara mereka berdua, kicauan burung yang hinggap di ranting-ranting pohon menjadi melodi membuat suasananya lebih romantis. Robbert merangkul istrinya yang tercinta, mereka duduk di bawah pohon yang rindang sore itu.

    Tiba-tiba terdengar suara mobil yang berhenti di belakang Robbert dan Marry. Robert dan Marrypun memalingkan wajah mereka untuk mengetahui siapakah yang datang ke istana mereka itu. “paman jackson!..” sambut Robbert dengan senyum lebar dan mata yang berbinar-binar, di sambung dengan senyuman manis Marry, setelah lelaki itu menuruni mobilnya, sehingga wajahnya tampak dengan jelas. Robbert dan Marrypun menghampiri paman jackson dengan raut wajah yang terlihat sangat gembira. “paman! Apa yang membuat paman datang kemari?” tanya Robbert, dengan mata yang masih berbinar-binar. Kelihatannya ia sangat senang atas kunjungan paman Jackson . Raut wajah paman Jackson yang awalnya terlihat sedih, tiba-tiba tersenyum, sambil menjawab pertanyaan Robbert “saya hanya hendak berkunjung. Apakah kamu menghendaki pamanmu ini untuk menginap semalam saja di kediamanmu ini? Paman sangat merindukanmu.”. “tentu saja paman, bahkan saya merasa sangat senang bila paman ingin menginap di rumah saya yang sederhana ini. Sampai kapanpun, pintu rumahku akan selalu terbuka untuk paman.” Balas Robbert, dengan tawa kecil di setiap kalimatnya. Marry hanya terlihat tersenyum-senyum mendengar pembicaraan kedua pria itu. “mana anak-anak kalian?” tanya paman Jackson sambil melihat-lihat kearah belakang Robbert dan Maria. “oh.. mereka ada di dalam rumah. Mari, paman masuklah! Rumah Robbert, rumah paman juga!” ajak Robbert diikuti dengan anggukan pelan Marry.

    Mereka bertigapun masuk ke dalam rumah, disambut oleh kedua anak Robbert yang langsung keluar dari dalam kamarnya menyalimi kakeknya itu. “wah kalian sudah besar, yah!” kata paman Jackson sambil mengelus-elus kepala kedua anak Robbert itu. “masuklah paman! Biar saya antar paman ke kamar paman dulu. Siapa tahu paman mau beristerahat dulu sebelum makan malam.” Tawar Marry, dengan sangat sopan. “oh iya, Marry! Terima kasih! Wah paman jadi merepotkan kalian nih!” canda paman Jackson. ” wah .. paman ini kayak orang lain saja! Paman beristerahatlah dulu, saya juga mau mandi dulu!”. Balas Robbert.

    Waktu makan malampun tiba. Di meja makan duduklah paman Jackson, Robbert, Marry, dan kedua anak Robbert dan Marry. Dengan nyalanya perapian di samping meja makan itu, mereka duduk dengan tenang bersiap-siap menikmati hidangan yang sederhana itu. “paman, bersediakah paman untuk jadi pemimpin doa sebelum makan malam ini?” pintah Robbert diiringi dengan anggukan kedua anak Robbert dengan kompak. “tentu saja, kenapa tidak.. Justru paman merasa sangat senang dapat diberikan kehormatan untuk memimpin doa sebelum makan, untuk keluarga baikmu ini.” Merekapun tersenyum tipis, kemudian memejamkan mata dan mulai berdoa.

    Waktu makan malampun selesai. Kedua anak Robbert segera menuju ke kamarnya masng-masing. Sementara Paman Jackson, Marry , dan Robbert duduk-duduk di ruang keluarga dekat perapian, berbincang-bincang. “paman! Dari tadi sore, saya lihat paman seperti menyembunyikan sesuatu dari kami berdua. Apakah ada yang paman sembuyikan dari kami?” tanya Robbert mulai serius. Paman Jackson terdiam. Tiba-tiba air menetes dari kelopak mata paman Jackson. Paman jackson menutup matanya menggunakan telapak tangan kanannya. “paman ada apa, paman? Mengapa paman tiba-tiba menangis?” tanya Robbert mulai resah. Tetapi paman Jackson tetap terdiam dan menambah isakan tangisnya. Tiba-tiba Robbert teringat dengan kondisi ibunya yang sedang tidak sehat terakhir kali ia melihatnya dua bulan yang lalu. “apakah ini ada kaitannya dengan ibu, paman?” tanya Robbert mulai ikut menangis dengan istrinya, melihat pamannya yang belum juga mau bicara. Suasana penuh dengan isakan tangis dari ketiga orang dewasa ini. ” saya mohon paman! Ceritalah, jangan membuat saya dan Marry jadi kebingungan seperti ini, paman!” desak Robbert. Paman Jackson mulai menenangkan dirinya dan menghela nafas panjang sebelum menceritakan semuanya. “sebenarnya memang ada yang paman ingin sampaikan kepadamu dan Marry.” Paman Jackson terdiam lagi menatap mata Robbert dan Marry bergantian. “kamu masih ingat paman Solehmu? Pamanmu yang menghilang 30 tahun yang lalu ketika sedang berlayar. Yang kita fikir sudah meninggal itu?” pancing paman jackson berharap robbert masih mengingatnya. “oh paman Soleh? Kenapa dengan almarhum paman Soleh?” tanya Robbert. ” paman Solehmu ternyata belum meninggal. Ternyata ia terdampar di suatu pulau yang sangat terpencil. Dan selama bertahun-tahun paman Solehmu itu berusaha untuk tetap hidup di pulau yang sangat terpencil itu. Dan akhirnya paman Solehmu berhasil kembali ke rumah keluarga besar kita…” paman Jackson terlihat tidak sanggup melanjutkan ceritanya. “lalu apa masalahnya? loh, bukankah bagus kalau paman Soleh selamat? Bukankah seharusnya kita senang dan menyambut kedatangan paman Soleh kembali di keluarga besar kita? Lalu bagaimana keadaan paman Soleh, apakah dia baik-baik saja?” tanya Robbert dengan penuh rasa penasaran. Robert merasa tidak ada yang perlu dipermasalahkan dari cerita pamannya tadi. “syukur paman Solehmu itu berhasil kembali ke rumah keluarga besar kita dengan keadaan yang baik saja. Dan tentu saja, kami sangat senang melihat paman Solehmu itu kembali. Nah, kamipun merayakan kedatangan paman Solehmu itu dengan pesta yang sanngat meriah. Sampai akhirnya pamanmu menanyakan keadaanmu. Kemudian saya menjawab kalau sekarang kamu sudah punya kehidupan sendiri, kamu telah mempunyai seorang istri dan dua orang anak. Betapa senangnya paman Solehmu mendengar informasi itu. Kemudian, ia menanyakan kembali tentang asal usul istrimu itu. Pamanpun menceritakan semuaya, mulai dari dimana Marry tinggal sebelumnya, sampai siapa nama ibu Marry. Tapi… setelah paman menceritakan semuanya, tiba-tiba senyum di wajah paman Soleh menghilang. Bahkan wajah paman Soleh berubah menjadi pucat, dan akhirnya paman Soleh jatuh pingsan. Kami semuapun panik, takut apa bila mungkin ada yang bermasalah dengan keadaan kesehetan paman Soleh. Kamipun langsung membawa paman Soleh ke dalam kamar dan memanggil seorang dokter untuk memeriksa paman Soleh. Ternyata paman Soleh hanya Shock saja, entah apa yang membuatnya seperti itu. Setelah sadarkan diri, paman Soleh menangis lepas seperti halnya apa yang saya lakukan tadi. Tangisan paman Solehmu itu membuat kami ikut menangis dengan sejuta pertanyaan yang tidak bisa kami ungkapkan. Setelah tenang, paman Solehmupun menceritakan semuanya. Ia mengatakan bahwa. Apa bila Marry adalah anak dari bibi hans, maka itu artinya, Marry adalah sepupumu Robbert. Marry adalah anak paman Solehmu, Robbert!.. ” jelas paman memecahkan suasana di rumah itu. Robbert dan Marry menangis terisak-isak mendengar penjelasan dari paman Jackson. Mereka menangis dan terus menangis, tidak peuli dengan siapa yangmelihatnya. Bagi Robbert dan Marry, itu adalah hal yang sangat membuatnya rapuh, mereka bingun harus bagaimana lagi. Isakan tangis mereka menyelimuti malam sampai malam berganti menjadi pagi.

    Suasana pagi hari ini, tidak seperti pagi sebelumnya. Suasana rumah Robbert di kelilingi dengan keheningan . “ayah apa yang terjadi? Mengapa ayah dan ibu terlihat murung?” tanya putra Robbert dengan penuh kepolosan. “sudahlah Justin, sebaiknya kamu pergi sarapan dengan kakakmu, Maria di meja makan! Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan.” Jawab Robert berusaha menjawab pertanyaan putra bungsunya itu. Justin menurut saja dengan ayahnya, dan menuju meja makan untuk menyelesaikan sarapannya.

    Justin dan Maria berangkat ke sekolah bersama. Sementara itu, paman Jackson, Marry, dan Robbert kembali duduk di ruang keluarga hendak melanjutkan pembicaraan kemarin untuk segera menyelasaikan permasalahan ini. “paman! Apakah tidak ada solusi yang baik untuk masalah ini, paman? Saya sudah terlanjur sangat mencintai istri saya, Marry. Dan saya juga tidak sanggup mengatakan semuanya kepada putra dan putriku tercinta.” Ungkap Robbert memulai pembicaraan. “paman mengerti, Robbert! Paman sangat mengerti apa yang kamu dan Marry rasakan sekarang. Tapi, paman juga bingung, harus memberikan solusi apa untukmu, Marry dan juga anak-anakmu. Sementara, kita semua tahu kalau pernikahan sedarah itu sangat dilarang. Maka, hanya perceraianlah jalan keluar yang ada di otak paman saat ini, Robbert!” tutur paman Jackson. Marry terlihat tidak sanggup menahan isakan tangisnya, iapun langsung memasuki kamarnya. Melihat itu, Robbert hanya terdiam, melanjutkan pembicaraannya dengan paman Jackson. “saya tidak bisa paman! Saya tidak bisa menceraikan Marry. Saya tidak akan pernah sanggup melakukan hal itu. Saya lebih memilih meninggalkan dunia ini, dari pada saya harus hidup tanpa mereka!” “paman mengerti Robbert! Sudahlah ! sebaiknya kamu ikut bersama paman untuk bertemu secara langsung dengan paman Soleh!” tawar paman Jackson. ” KEMUDIAN.. MEMPERJELAS SEMUANYA, BAHWA MARRY ADALAH BENAR ANAK PAMAN SOLEH DAN MEMISAHKANKU DENGAN MARRY? BEGITU? Saya tidak mau, paman!” bantah Robbert. “tenanglah dulu, Robbert! Paman hanya ingin kamu dan Marry yang langsung mengungkapkan ketidak inginanmu bercerai dengan Marry! Paman juga tidak ingin merusak keluargamu Robbert! Paman hanya ingin yang terbaik untukmu.” Jelas paman Jackson. Robbert bangkit dari tempat duduknya dan berkata “mengapa dunia begitu tidak adil? Mengapa harus Marry, istriku, yang adalah anak paman Soleh? Apakah hubunganku dan Marry yang telah kami lalui dan jaga bersama selama ini harus berhenti sia-sia?” ratap Robbert. Paman Jackson hanya terdiam mendengar pertanyaan-pertanyaan yang keluar dari mulut Robbert, karena paman Jackson tahu kalau pertanyaan itu tidak membutuhkan jawaban dari bibir pamannya. “baiklah paman, setelah Maria dan Justin pulang dari sekolahnya, kita langsung ke rumah keluarga besar kita!” kata Robbert menutup pembicaraan.

    Sore harinya, merekapun berangkat ke rumah keluarga besarnya. Sesampainya di sana, mereka disambut oleh kerabat-kerabat lain dan langsung di ajak untuk beristerahat dulu. Setelah makan malam merekapun berkumpul di ruang keluarga untuk membahas tentang perkawinan sedarah antara Robbert dan Marry. “sebelumnya saya minta maaf. Apakah paman Soleh yakin kalau Marry adalah anak paman?” tanya Robbert mewakili pertanyaan istrinya, Marry. “kamu tahu kan kalau paman dulu pergi ketika kamu masih berumur sekitar dua tahun, sedangkan paman meninggalkan istri paman, Hans dengan keadaan hamil tua. Jadi, paman fikir kalau Marry itu kemungkinan besar adalah anak paman.” Jelas paman Soleh. “lalu kemana bibi Hans? Mengapa saya tidak pernah melihat bibi Hans sebelumnya?” tanya Robbert lagi. “sebenarnya, pamanmu dan bibi hansmu bercerai, sebelum paman Soleh pergi berlayar. Hal itu dikarenakan bibi Hansmu tidak bisa di tinggal berlayar sendiri tanpa pamanmu. Jadi, mereka bercerai dan bibi Hans menikah dengan pria yang bernama Rico. Dan bibimupun pergi meninggalkan keluarga besar kami dan ikut bersama Rico.” Jelas nenek. “lalu, mengapa tidak ada satupun diantara kalian yang mengenali bibi Hans, dan mencegah pernikahan sedarah ini?” tanya paman Soleh, membuat semuanya terlihat bingung. “sebenarnya ibuku memang pernah mengalami kecelakaan yang parah sebelum saya menikah dengan Robbert. Sehingga ibuku harus menjalani operasi plastik. Mungkin itulah mengapa kalian tidak mengenali wajah ibuku.” ungkap Marry. “hu.. saya masih tidak bisa menerima kenyataan ini saya..” belum sampai kalimat Robbert, tiba-tiba ada seorang wanita paruh baya memasuki ruang keluarga itu. “ibu?” ucap Marry heran melihat ibunya tiba-tiba ada di tempat itu. “ya.. saya datang ke sini untuk memperjelas semuanya.” Kata bibi Hans dan melanjutkan penjelasannya. “awalnya saya minta maaf, karena saya tdak pernah menceritakannya kepada kalian, saya takut kalian yidak bisa menerimanya. Sebenarnya, saya pernah mengalami kecelaan mobil ketika saya masih mengandung anak dari Soleh. Sehingga bayi dalam kandunganku meninggal. Dan, Rico adalah seorang duda beranak satu ketika ia menikahiku. Marrylah anak Rico itu. Putri tiri kesayanganku. Dan karena kecelakaan itu pula saya tidak dapat mengandung lagi.” Jelas bibi Hans, sambil berusaha menahan air matanya, mengungkap semua permasalahan. Keheningan memenuhi ruang keluarga yang megah itu. Lalu, Suasana kembali aman. “jadi, pernikahan antara saya dan Robbert, bukanlah pernikahan sedarah? Jadi, kami tidak perlu bercerai, kan?” kata Marry riang. “iya.. semoga hubungan kalian semakin baik. Dan semoga kalian bahagia selalu” doa nenek. {Happy Ending}..

 

 

THE END

    

 

Created By : NUR KHALISA SYAFAR

ROBBERT and MARRY

    

Ini adalah cerita tentang perkawinan sedarah antara Robert dan Marry. Robbert dan Marry adalah keluarga yang terkenal paling bahagia, dan harmonis. Robert dan Marry telah menikah selama 15 tahun, mereka telah mempunyai dua orang anak, seorang laki-laki dan seorang perempuan. Mereka tinggal di rumah pribadi mereka di Calivornia. Sebentar lagi adalah hari ulang tahun pernikahan mereka yang ke-15.

    Untuk menyambut hari ulang tahun pernikahan mereka yang ke-15 itu, Robbert sengaja mengambil cuti untuk keluarganya. Ia ingin hari ulang tahun pernikahannya itu ia habiskan bersama dengan keluarganya. Keluarga Robbert benar-benar keluarga yang paling harmonis dan bahagia. Di hari itu juga, Robbert mengajak istrinya seorang, untuk keluar melihat pemandangan yang sangat indah di belakang rumahnya. Udara sejuk mengisi kedamaian di antara mereka berdua, kicauan burung yang hinggap di ranting-ranting pohon menjadi melodi membuat suasananya lebih romantis. Robbert merangkul istrinya yang tercinta, mereka duduk di bawah pohon yang rindang sore itu.

    Tiba-tiba terdengar suara mobil yang berhenti di belakang Robbert dan Marry. Robert dan Marrypun memalingkan wajah mereka untuk mengetahui siapakah yang datang ke istana mereka itu. “paman jackson!..” sambut Robbert dengan senyum lebar dan mata yang berbinar-binar, di sambung dengan senyuman manis Marry, setelah lelaki itu menuruni mobilnya, sehingga wajahnya tampak dengan jelas. Robbert dan Marrypun menghampiri paman jackson dengan raut wajah yang terlihat sangat gembira. “paman! Apa yang membuat paman datang kemari?” tanya Robbert, dengan mata yang masih berbinar-binar. Kelihatannya ia sangat senang atas kunjungan paman Jackson . Raut wajah paman Jackson yang awalnya terlihat sedih, tiba-tiba tersenyum, sambil menjawab pertanyaan Robbert “saya hanya hendak berkunjung. Apakah kamu menghendaki pamanmu ini untuk menginap semalam saja di kediamanmu ini? Paman sangat merindukanmu.”. “tentu saja paman, bahkan saya merasa sangat senang bila paman ingin menginap di rumah saya yang sederhana ini. Sampai kapanpun, pintu rumahku akan selalu terbuka untuk paman.” Balas Robbert, dengan tawa kecil di setiap kalimatnya. Marry hanya terlihat tersenyum-senyum mendengar pembicaraan kedua pria itu. “mana anak-anak kalian?” tanya paman Jackson sambil melihat-lihat kearah belakang Robbert dan Maria. “oh.. mereka ada di dalam rumah. Mari, paman masuklah! Rumah Robbert, rumah paman juga!” ajak Robbert diikuti dengan anggukan pelan Marry.

    Mereka bertigapun masuk ke dalam rumah, disambut oleh kedua anak Robbert yang langsung keluar dari dalam kamarnya menyalimi kakeknya itu. “wah kalian sudah besar, yah!” kata paman Jackson sambil mengelus-elus kepala kedua anak Robbert itu. “masuklah paman! Biar saya antar paman ke kamar paman dulu. Siapa tahu paman mau beristerahat dulu sebelum makan malam.” Tawar Marry, dengan sangat sopan. “oh iya, Marry! Terima kasih! Wah paman jadi merepotkan kalian nih!” canda paman Jackson. ” wah .. paman ini kayak orang lain saja! Paman beristerahatlah dulu, saya juga mau mandi dulu!”. Balas Robbert.

    Waktu makan malampun tiba. Di meja makan duduklah paman Jackson, Robbert, Marry, dan kedua anak Robbert dan Marry. Dengan nyalanya perapian di samping meja makan itu, mereka duduk dengan tenang bersiap-siap menikmati hidangan yang sederhana itu. “paman, bersediakah paman untuk jadi pemimpin doa sebelum makan malam ini?” pintah Robbert diiringi dengan anggukan kedua anak Robbert dengan kompak. “tentu saja, kenapa tidak.. Justru paman merasa sangat senang dapat diberikan kehormatan untuk memimpin doa sebelum makan, untuk keluarga baikmu ini.” Merekapun tersenyum tipis, kemudian memejamkan mata dan mulai berdoa.

    Waktu makan malampun selesai. Kedua anak Robbert segera menuju ke kamarnya masng-masing. Sementara Paman Jackson, Marry , dan Robbert duduk-duduk di ruang keluarga dekat perapian, berbincang-bincang. “paman! Dari tadi sore, saya lihat paman seperti menyembunyikan sesuatu dari kami berdua. Apakah ada yang paman sembuyikan dari kami?” tanya Robbert mulai serius. Paman Jackson terdiam. Tiba-tiba air menetes dari kelopak mata paman Jackson. Paman jackson menutup matanya menggunakan telapak tangan kanannya. “paman ada apa, paman? Mengapa paman tiba-tiba menangis?” tanya Robbert mulai resah. Tetapi paman Jackson tetap terdiam dan menambah isakan tangisnya. Tiba-tiba Robbert teringat dengan kondisi ibunya yang sedang tidak sehat terakhir kali ia melihatnya dua bulan yang lalu. “apakah ini ada kaitannya dengan ibu, paman?” tanya Robbert mulai ikut menangis dengan istrinya, melihat pamannya yang belum juga mau bicara. Suasana penuh dengan isakan tangis dari ketiga orang dewasa ini. ” saya mohon paman! Ceritalah, jangan membuat saya dan Marry jadi kebingungan seperti ini, paman!” desak Robbert. Paman Jackson mulai menenangkan dirinya dan menghela nafas panjang sebelum menceritakan semuanya. “sebenarnya memang ada yang paman ingin sampaikan kepadamu dan Marry.” Paman Jackson terdiam lagi menatap mata Robbert dan Marry bergantian. “kamu masih ingat paman Solehmu? Pamanmu yang menghilang 30 tahun yang lalu ketika sedang berlayar. Yang kita fikir sudah meninggal itu?” pancing paman jackson berharap robbert masih mengingatnya. “oh paman Soleh? Kenapa dengan almarhum paman Soleh?” tanya Robbert. ” paman Solehmu ternyata belum meninggal. Ternyata ia terdampar di suatu pulau yang sangat terpencil. Dan selama bertahun-tahun paman Solehmu itu berusaha untuk tetap hidup di pulau yang sangat terpencil itu. Dan akhirnya paman Solehmu berhasil kembali ke rumah keluarga besar kita…” paman Jackson terlihat tidak sanggup melanjutkan ceritanya. “lalu apa masalahnya? loh, bukankah bagus kalau paman Soleh selamat? Bukankah seharusnya kita senang dan menyambut kedatangan paman Soleh kembali di keluarga besar kita? Lalu bagaimana keadaan paman Soleh, apakah dia baik-baik saja?” tanya Robbert dengan penuh rasa penasaran. Robert merasa tidak ada yang perlu dipermasalahkan dari cerita pamannya tadi. “syukur paman Solehmu itu berhasil kembali ke rumah keluarga besar kita dengan keadaan yang baik saja. Dan tentu saja, kami sangat senang melihat paman Solehmu itu kembali. Nah, kamipun merayakan kedatangan paman Solehmu itu dengan pesta yang sanngat meriah. Sampai akhirnya pamanmu menanyakan keadaanmu. Kemudian saya menjawab kalau sekarang kamu sudah punya kehidupan sendiri, kamu telah mempunyai seorang istri dan dua orang anak. Betapa senangnya paman Solehmu mendengar informasi itu. Kemudian, ia menanyakan kembali tentang asal usul istrimu itu. Pamanpun menceritakan semuaya, mulai dari dimana Marry tinggal sebelumnya, sampai siapa nama ibu Marry. Tapi… setelah paman menceritakan semuanya, tiba-tiba senyum di wajah paman Soleh menghilang. Bahkan wajah paman Soleh berubah menjadi pucat, dan akhirnya paman Soleh jatuh pingsan. Kami semuapun panik, takut apa bila mungkin ada yang bermasalah dengan keadaan kesehetan paman Soleh. Kamipun langsung membawa paman Soleh ke dalam kamar dan memanggil seorang dokter untuk memeriksa paman Soleh. Ternyata paman Soleh hanya Shock saja, entah apa yang membuatnya seperti itu. Setelah sadarkan diri, paman Soleh menangis lepas seperti halnya apa yang saya lakukan tadi. Tangisan paman Solehmu itu membuat kami ikut menangis dengan sejuta pertanyaan yang tidak bisa kami ungkapkan. Setelah tenang, paman Solehmupun menceritakan semuanya. Ia mengatakan bahwa. Apa bila Marry adalah anak dari bibi hans, maka itu artinya, Marry adalah sepupumu Robbert. Marry adalah anak paman Solehmu, Robbert!.. ” jelas paman memecahkan suasana di rumah itu. Robbert dan Marry menangis terisak-isak mendengar penjelasan dari paman Jackson. Mereka menangis dan terus menangis, tidak peuli dengan siapa yangmelihatnya. Bagi Robbert dan Marry, itu adalah hal yang sangat membuatnya rapuh, mereka bingun harus bagaimana lagi. Isakan tangis mereka menyelimuti malam sampai malam berganti menjadi pagi.

    Suasana pagi hari ini, tidak seperti pagi sebelumnya. Suasana rumah Robbert di kelilingi dengan keheningan . “ayah apa yang terjadi? Mengapa ayah dan ibu terlihat murung?” tanya putra Robbert dengan penuh kepolosan. “sudahlah Justin, sebaiknya kamu pergi sarapan dengan kakakmu, Maria di meja makan! Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan.” Jawab Robert berusaha menjawab pertanyaan putra bungsunya itu. Justin menurut saja dengan ayahnya, dan menuju meja makan untuk menyelesaikan sarapannya.

    Justin dan Maria berangkat ke sekolah bersama. Sementara itu, paman Jackson, Marry, dan Robbert kembali duduk di ruang keluarga hendak melanjutkan pembicaraan kemarin untuk segera menyelasaikan permasalahan ini. “paman! Apakah tidak ada solusi yang baik untuk masalah ini, paman? Saya sudah terlanjur sangat mencintai istri saya, Marry. Dan saya juga tidak sanggup mengatakan semuanya kepada putra dan putriku tercinta.” Ungkap Robbert memulai pembicaraan. “paman mengerti, Robbert! Paman sangat mengerti apa yang kamu dan Marry rasakan sekarang. Tapi, paman juga bingung, harus memberikan solusi apa untukmu, Marry dan juga anak-anakmu. Sementara, kita semua tahu kalau pernikahan sedarah itu sangat dilarang. Maka, hanya perceraianlah jalan keluar yang ada di otak paman saat ini, Robbert!” tutur paman Jackson. Marry terlihat tidak sanggup menahan isakan tangisnya, iapun langsung memasuki kamarnya. Melihat itu, Robbert hanya terdiam, melanjutkan pembicaraannya dengan paman Jackson. “saya tidak bisa paman! Saya tidak bisa menceraikan Marry. Saya tidak akan pernah sanggup melakukan hal itu. Saya lebih memilih meninggalkan dunia ini, dari pada saya harus hidup tanpa mereka!” “paman mengerti Robbert! Sudahlah ! sebaiknya kamu ikut bersama paman untuk bertemu secara langsung dengan paman Soleh!” tawar paman Jackson. ” KEMUDIAN.. MEMPERJELAS SEMUANYA, BAHWA MARRY ADALAH BENAR ANAK PAMAN SOLEH DAN MEMISAHKANKU DENGAN MARRY? BEGITU? Saya tidak mau, paman!” bantah Robbert. “tenanglah dulu, Robbert! Paman hanya ingin kamu dan Marry yang langsung mengungkapkan ketidak inginanmu bercerai dengan Marry! Paman juga tidak ingin merusak keluargamu Robbert! Paman hanya ingin yang terbaik untukmu.” Jelas paman Jackson. Robbert bangkit dari tempat duduknya dan berkata “mengapa dunia begitu tidak adil? Mengapa harus Marry, istriku, yang adalah anak paman Soleh? Apakah hubunganku dan Marry yang telah kami lalui dan jaga bersama selama ini harus berhenti sia-sia?” ratap Robbert. Paman Jackson hanya terdiam mendengar pertanyaan-pertanyaan yang keluar dari mulut Robbert, karena paman Jackson tahu kalau pertanyaan itu tidak membutuhkan jawaban dari bibir pamannya. “baiklah paman, setelah Maria dan Justin pulang dari sekolahnya, kita langsung ke rumah keluarga besar kita!” kata Robbert menutup pembicaraan.

    Sore harinya, merekapun berangkat ke rumah keluarga besarnya. Sesampainya di sana, mereka disambut oleh kerabat-kerabat lain dan langsung di ajak untuk beristerahat dulu. Setelah makan malam merekapun berkumpul di ruang keluarga untuk membahas tentang perkawinan sedarah antara Robbert dan Marry. “sebelumnya saya minta maaf. Apakah paman Soleh yakin kalau Marry adalah anak paman?” tanya Robbert mewakili pertanyaan istrinya, Marry. “kamu tahu kan kalau paman dulu pergi ketika kamu masih berumur sekitar dua tahun, sedangkan paman meninggalkan istri paman, Hans dengan keadaan hamil tua. Jadi, paman fikir kalau Marry itu kemungkinan besar adalah anak paman.” Jelas paman Soleh. “lalu kemana bibi Hans? Mengapa saya tidak pernah melihat bibi Hans sebelumnya?” tanya Robbert lagi. “sebenarnya, pamanmu dan bibi hansmu bercerai, sebelum paman Soleh pergi berlayar. Hal itu dikarenakan bibi Hansmu tidak bisa di tinggal berlayar sendiri tanpa pamanmu. Jadi, mereka bercerai dan bibi Hans menikah dengan pria yang bernama Rico. Dan bibimupun pergi meninggalkan keluarga besar kami dan ikut bersama Rico.” Jelas nenek. “lalu, mengapa tidak ada satupun diantara kalian yang mengenali bibi Hans, dan mencegah pernikahan sedarah ini?” tanya paman Soleh, membuat semuanya terlihat bingung. “sebenarnya ibuku memang pernah mengalami kecelakaan yang parah sebelum saya menikah dengan Robbert. Sehingga ibuku harus menjalani operasi plastik. Mungkin itulah mengapa kalian tidak mengenali wajah ibuku.” ungkap Marry. “hu.. saya masih tidak bisa menerima kenyataan ini saya..” belum sampai kalimat Robbert, tiba-tiba ada seorang wanita paruh baya memasuki ruang keluarga itu. “ibu?” ucap Marry heran melihat ibunya tiba-tiba ada di tempat itu. “ya.. saya datang ke sini untuk memperjelas semuanya.” Kata bibi Hans dan melanjutkan penjelasannya. “awalnya saya minta maaf, karena saya tdak pernah menceritakannya kepada kalian, saya takut kalian yidak bisa menerimanya. Sebenarnya, saya pernah mengalami kecelaan mobil ketika saya masih mengandung anak dari Soleh. Sehingga bayi dalam kandunganku meninggal. Dan, Rico adalah seorang duda beranak satu ketika ia menikahiku. Marrylah anak Rico itu. Putri tiri kesayanganku. Dan karena kecelakaan itu pula saya tidak dapat mengandung lagi.” Jelas bibi Hans, sambil berusaha menahan air matanya, mengungkap semua permasalahan. Keheningan memenuhi ruang keluarga yang megah itu. Lalu, Suasana kembali aman. “jadi, pernikahan antara saya dan Robbert, bukanlah pernikahan sedarah? Jadi, kami tidak perlu bercerai, kan?” kata Marry riang. “iya.. semoga hubungan kalian semakin baik. Dan semoga kalian bahagia selalu” doa nenek. {Happy Ending}..

 

 

THE END

    

 

Created By : NUR KHALISA SYAFAR

Pilihan

IBRAHIM HARUS MEMILIH

    Ibrahim berasal dari keluarga yang hanya terdiri dari satu keturunan saja disetiap generasinya. Ibrahim menikah dengan seorang wanita yang bernama Aisyah. Karena, Ibrahim berasal dari keluarga anak tunggal, ia juga harus memiliki anak untuk melanjutkan generasinya.

    Ibrahim dan Aisyah telah menikah selama 2 tahun. Tetapi mereka belum juga diberkati seorang anak. Ibrahim merasa takut, kalau saja nanti Aisyah tidak dapat memberikannya keturunan untuk keluarganya. Ditambah lagi tekanan dari ayahnya yang selalu berkata, juga keluarga “Ibrahim, kita itu berasal dari keluarga yang hanya terdiri dari anak tunggal. Moyang kamu anak tunggal, kakek kamu anak tunggal, ayah kamu juga anak tunggal, begiti juga keluarga dari ibumu, bahkan kamu juga adalah anak tunggal, istri kamu juga demikian. Jadi, kalau kamu tidak bisa memberikan keturunan, siapa yang akan menjadi generasi selanjutnya untuk keluarga kita? Keluarga kita adalah keluarga yang terhormat, jadi, jangan sampai keluarga kita berakhir di kamu dan Aisyah.” Kata-kata ayah yang selalu membebani fikiran Ibrahim.

    Akhirnya, telah terlihat tanda-tanda kehamilan dari keadaan Aisyah. Ibrahimpun mengajak Aisyah untuk check up ke rumah sakit. Setelah melewati beberapa pemeriksaan dari dokter. Merekapun duduk di hadapan meja dokter, untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas. “selamat ya, pak, bu. Ibu Aisyah sedang mengandung. Umur kadungannya sekarang belum terlalu jelas, mungkin sudah sekitar seminggu.” Jelas dokter, sambil menjabati tangan Ibrahim. Kata-kata dokter tadi, memekarkan senyuman pada bibir Ibrahim dan Aisyah. “benarkah dokter? Terima kasih dokter! Terima kasih!”. Ucap Ibrahim dengan sangat riang. “tapi, pak. Saya sarankan untuk selalu menjaga kesehatan ibu Aisyah dan kandungannya. Karena sepertinya bayinya agak lemah dibanding bayi biasanya. Dan apalagi umur kandungan ibu Aisyah masih terbilang sangat muda. Jadi, tolong benar-benar dijaga!” saran dokter. “iya, dok. Pasti. Tanpa dokter beritahupun, saya pasti akan menjaganya, iya kan, Aisyah?” ungkap Ibrahim dengan senyum lebar yang tidak bisa hilang dari wajahnya, diikuti dengan anggukan sertu senyum manis dari Aisyah.

    Merekapun keluar dari rumah sakit itu, dan langsung memasuki mobil mereka. “Istriku, apakah kamu lapar? Atau apakah kamu membutuhkan sesuatu untuk calon bayi kita?” tanya Ibrahim dengan semangat 45 yang membara di dalam jiwanya. “sudahlah, mas! Saya hanya ingin beristerahat. Kita langsung pulang saja, rasanya aku sangat lelah. Sebaiknya kita segera pulang, pasti keluarga kita sudah menunggu.” Saran isterinya dengan tersenyum senang melihat suaminya yang sangat bersemangat. “baiklah, kalau itu yang kamu mau! Tpi mungkin sebaiknya kita mampir dulu untuk membeli buah-buahan untukmu.” Tawar Ibrahim. Aisyah tersenyum “baiklah! Terserah mas sajalah!”.

    Sesampainya di rumah. Mereka telah disambut oleh orangtua mereka. Terlihat ke-empat calon kakek nenek itu terlihat sangat khawatir dan penuh harap. “bagaimana ibrahim? Apa kata dokter?” tanya ayah Ibrahim diikuti dengan anggukan ibu Ibrahim, ayah dan ibu Aisyah. Aisyah dan Ibrahim pura-pura tampak murung. Mereka telah merencanakannya untuk memberikan kejutan ketika makan siang nanti. Ibrahim dan Aisyah hanya terdiam dan langsung memasuki kamar mereka. Keempat calon kakek dan nenek itupun ikut terdiam dan murung. Mereka mengira kalau pasti Aisyah tidak ada tanda kehamilan, mungkin hanya sakit biasa.

    Makan siangpun tiba. Mereka ber-enam, duduk di meja makan tanpa ada suara. Suasananya begitu hening dan dingin. Sampai akhirnya, Ibrahim membuka pembicaraan denan raut wajah yag terlihat sangat sedih “ayah, ibu! Sebenarnya ada yang ingin kami sampaikan pada kalian ber-empat. Ini tentang hasil dari pemeriksaan Aisyah tadi.” Ayah dan ibu Ibrahim dan Aisyah terdiam. Ibrahim menghela nafas yang sangat panjang kemudian mulai tersenyum “Aisyah hamil! Ia sekarang mengandung anakku!”. Kata-kata Ibrahim memecahkan suasana. Semuanya terlihat sangat gembira, sampai meloncat-loncat seperti anak-anak yang sedang bermain.

    8 bulan kemudian…

    “sekarang umur kandunganku sudah jalan 8 bulan, saya merasa sedikit takut, mas” tutur Aisyah. “apa yang membuatmu takut, istriku? Aku akan selalu berada di dekatmu. Jadi, kamu tidak perlu takut merasa sakit saat melahirkan. Kamu tidak akan sendiri.” Bujuk Ibrahim. “bukan itu yang saya takutkan, saya takut kalau saya tidak bisa menjaga bayi dalam kandungan saya ini sampai waktunya nanti.” Ungkap Aisyah dengan raut wajah yang benar-benar terlihat khawatir. “hush… kamu tidak boleh berkata seperti itu, Aisyah! Kamu harus bisa, lagi pula kamu tidak sendiri. Memangnya ada apa denganmu? Apa kamu merasa tidak enak badan?” tanya Ibrahim ikut khawatir. Aisyah tersenyum tipis “maafkan istrimu ini, suamiku. Saya telah membuatmu khawatir. Mungkin ini karena ini pertama kali saya mengalaminya. Lagi pula, saya tidak akan membiarkan bayi kita ini kenapa-napa.” Jelas Aisyah, mengembalikan senyum suaminya itu.

    Waktu makan siangpun tiba. mereka berkumpul di runang makan untuk menikmati hidangan makan siangnya. “Aisyah, sebentar lagi bayi kamu akan lahir, kan?” tanya ibu Aisyah. Aisyah mengangguk pelan sambil tersenyum tipis. “bagaimana kalau kamu dan Ibrahim pergi ke toko pakaian bayi untuk menyiapkannya?” lanjut ibu Ibrahim. “betul itu, dan bagaimana kalau kita buat acara syukuran untuk calon bayimu itu, besok lusa?” ajak ayah Ibrahim. Semua anggota keluarga mengangguk setuju.

    Hari acara syukuranpun tiba. banyak kerabat yang datang untuk ikut memeriahkan acara. Semua terlihat senang. Ketika Aisyah hendak mengambil segelas air minum yang berjarak sekitar 3 meter dari tempat ia berdiri, tiba-tiba ia menginjak kulit pisang dan terpeleset. Aisyahpun tidak sadarkan diri. Dalam hitungan detik, suasana langsung berubah menjadi panik. Aisyah segera dilarikan kerumah sakit.

    Aisyah langsung dibawa ke dalam rung UGD. Ibrahim, ayah dan ibu Ibrahim, dan ayah dan ibu Aisyah terlihat sangat cemas. Sekian lama menunggu, akhirnya ada seorang dokter yang keluar dari ruang pemeriksaan. “dok…dok.. bagaimana keadaan istri saya, dok?” tanya Ibrahim dengan penuh rasa kepanikan. “saudara, suami pasien?” tanya dokter. Ibrahim mengangguk. “silahkan ke ruangan saya! Ada yang harus saya beritahukan kepada bapak!” ajak dokter.

    Ibrahimpun ikut ke ruangan dokter, sementara orang tua nya dan mertuanya tinggal di ruang tunggu. Di dalam ruang kerja dokter, mereka berbincang-bincang. “ada apa dengan istri saya dan anak saya, dok?” tanya Ibrahim berusaha tenang. “saya sangat menyesal mengatakan ini. Tapi, bapak harus benar-benar memilih. Ternyata, ibu Aisyah menderita Leokimia yang sudah sangat parah sampai menyerang rahimnya, yang tidak memungkinkannya untuk melahirkan anaknya dengan selamat. Untuk menyelamatkan ibu Aisyah, kita harus menggugurkan anak dalam kandungannya, karena apabila tetap di lahirkan ini sangat membahayakan nyawa ibu Aisyah.” Jelas dokter. Ibrahim panik, ia mulai berkeringat dingin. Ia memegangi kepalanya dan menjambak-jambak rambutnya, sambil mengucapkan “astaghfirullah”, “lalu, mengapa dokter tidak melihat gejala penyakit ini ketika saya membawa istri saya kesini 8 bulan yang lalu?” tanya Ibrahim. “kanker darah itu, belum terlihat, mungkin saja bu Aisyah menderita kanker darah ini sekitar sebulan yang lalu. Saya lihat kanker dalam diri bu Aisyah ini, sangat ganas. Bahkan kemungkinan hidup bu Aisyah hanya sekitar kurang dari 3 bulan lagi. Dan apa bila ia tetap berusaha melahirkan bayi dalam kandungannya itu usianya akan semakin pendek.” Jelas dokter lagi. “apakah tidak bisa dilakukan operasi sesar,dok, untuk menyelamatkan keduanya?” tanya Ibrahim. “itulah yang saya maksud tadi, bila dilakukan operasi sesar, anaknya akan meninggal. Karena kondisi bayi dalam kandungan istri bapak sangat lemah. Bahkan saya sulit mendengar denyut nadinya. Mungkin sebaiknya bapak bicarakanlah dulu dengan keluarga bapak! Bu Aisyah juga sudah bisa keluar nanti. Saya harap bapak tidak salah pilih.” Begitulah akhir pembicaraan Ibrahim dan dokter itu.

    Ibrahim, Aisyah, dan orang tua mereka kembali ke rumah sore itu. Mereka berkumpul di ruang keluarga untuk membicarakan apa yang dikatakan dokter tadi. “mas! Kenapa mas terlihat sangat murung? Apa yang dikatakan dokter? Bayi kita baik-baik saja, kan?” tanya Aisyah kepada suaminya sambil memegangi tangan suaminya yang terasa begitu dingin. “istriku!….” Ibrahim tidak dapat menahan tangisnya, ia memeluk istrinya dan menangis lepas. Tangisan suaminya itu membuat Aisyahpun ikut menangis dan demikian pula orang tua mereka yang terlihat seperti menonton film drama yang sangat menyedihkan. Ibrahimpun menceritakan semuanya kepada keluarganya. Aisyahpun menangis sambil berkata “tidak, mas! Aisyah tidak akan mau menggugurkan bayi ini! Tolong jangan paksa saya untuk menggugurkannya!” isak tangis Aisyah. Tak tega Ibrahim melihat tangisan istri tercintanya itu. “ini demi kesehatanmu! Saya memang sangat ingin memiliki seorang anak darimu, tapi, saya tidak ingin kamu meninggalkanku. Saya sangat mencintaimu istriku!” ungkap Ibrahim sambil merangkul istrinya. “mas, kalau mas memang sayang sama Aisyah, izinkan Aisyah melahirkan bayi ini, mas. Lagi pula umur Aisyah sudah tidak lama lagi. Saya mau merasakan jadi seorang ibu diakhir hidupku nanti, mas! Saya mohon mas!” pinta Aisyah. Semuanya hanyut dalam kepedihan. Ibrahim bingung harus bagaimana lagi, sementara orang tuanya dan mertuanya mengangguk pertanda menghendaki Ibrahim menyetujui permintaan Aisyah. Ibrahim pun mengangguk “baiklah, istriku. Jika memang itu yang kamu inginkan. Jaga dirimu dan anak kita yah!” kata Ibrahim sambil tersenyum menatap mata istrinya.

    Hari kelahiran anak Aisyahpun tiba. Ibrahim dan orangtuanya menunggu di ruang tunggu, menunggu kelahiran anak pertamanya. 1 jam di dalam ruang bersalin lewat. Ibrahim menuju Mushollah rumah sakit itu, untuk memohon kepada Allah SWT agar di berikan kesehatan bagi anak dan istrinya. Ia terus memohon. Sampai ia tidak sadar bahwa ia sudah berada dalam mushollah itu sudah hampir 2 jam. Ibrahimpun berlari sekuat tenaga untuk mengetahui bagaimana keadaan anak dan istrinya. Ternyata Tuhan berkehendak lain. Selain Aisyah yang meninggal, anaknya juga meninggal karena kondisinya yang sangat lemah. Betapa terpukulnya perasaan Ibrahim saat itu. Tapi setidaknya ia juga senang karena katanya Aisyah sempat melihat anaknya selama kurang dari 1 menit sebelum kematiannya. Setidaknya ia telah mendapatkan apa yang ia inginkan.

 

THE END

 

Created By : Nur Khalisa Syafar

Religi

` “Sahuuuur……………… Sahuuuuur…………..” suara penduduk menandakan pkl 3 subuh.

“sekarang jam berapa sih?” seorang wanita remaja terbangun, dan dengan lemahnya menggapai jam tangan nya dan melihat jam, “baru jam 3, aduh, kepalaku terasa sangat berat. Aku nggak bisa bantuin ibu panti, lagian pasti ibu panti mengerti.” ia kembali memejamkan mata, tidak lama setelah ia memejamkan matanya, ia beranjak dari tempat tidurnya dengan panik, “astaghfirullah, akukan udah nggak tinggal di panti.” Serunya lantas segera keluar dari kamarnya dan memikirkan apa yang akan ia masak untuk sahurnya.

    CINDY, berusia 16 tahun. Dari kecil ia tinggal di panti asuhan, namun ini adalah Ramadhan pertamanya tinggal sendiri setelah ia meninggalkan panti asuhan. Katanya sih, ingin coba mandiri. Cindy bukannya tidak suka tinggal di panti asuhan, dia hanya ingin mencoba mandiri, dan tidak ingin menyusahkan ibu panti yang telah membesarkannya. Dia tinggal di kosan yang dekat dengan sekolahnya, katanya agar tidak terlambat ke sekolah.

Cindy termasuk anak yang berprestasi, dan juga disiplin. Ia menggunakan beasiswanya bersekolah di SMAnya sekarang ini. Ia menghidupi dirinya sendiri dengan bekerja sebagai pelayan di sebuah cafe, gajinya juga pas-pasan. Cindy juga masih sangat berharap dapat bertemu kembali dengan orang tua kandungnya yang telah terpisah lama dengannya.

Tidak ada satupun yang Cndy tahu tentang orang tuanya. Kata ibu panti, saat ibu panti menemukan Cindy, ia hanya menemukan sebuah kalung yang bertuliskan Cindy, maka dari itulah ia diberi nama Cindy. Meskipun, Cindy memiliki latar belakang yang tidak jelas dan sangat menyedihkan, ia tidak pernah terlihat sedih, ia selalu tersenyum meskipun perasaannya terasa kacau. Cindy anak yang soleha. Ia tidak pernah meninggalkan shalat 5 waktu dan selalu membaca kitab suci Al-Qur’an, terutama saat malam Jum’at, ia tidak pernah melupakan membaca surah yasin. Itu semua adalah ajaran dari ibu panti kepada anak panti asuhan, termasuk Cindy.

    Ketika Cindy hendak menjalankan ibadah shalat subuh, tiba-tiba saja kepalanya terasa pusing. “astaghfirullah, kenapa kepalaku tiba-tiba saja terasa pusing?” kata Cindy memegang kepalanya, sambil memijatnya, ” Yaa Allah, mengapa aku mimisan? Padahal biasanya aku tidak pernah mimisan sama sekali,” kata Cindy dengan nada suara yang kaget. Tidak lama kemudian, “syukurlah, rasanya agak sedikit mendingan. Sebaiknya aku segera shalat subuh!” iapun mengambil air wudhu, kemudian berjalan ke kamarnya dan shalat.

    Pagi yang indah, burung berkicauan. Cindy telah berpakaian rapi dan menyiapkan buku pelajarannya untuk ke sekolah. Ia tidak sempat menyiapkannya saat malam hari, karena selepas tarwih, ia merasa sangat lemah dan segera beristirahat. Setelah siap, Cindy segera ke sekolah. Di sekolah Cindy, ia mempunyai teman baik yang bernama Debby. Debbylah yang telah membantu Cindy untuk mencari pekerjaan. Kebetulan pemilik cafe tempat Cindy bekerja adalah papa Debby, pak Tio.

    “hai, Cindy!” sapa Debby yang ternyata lebih dulu ada di dalam kelas dibanding Cindy, “Assalamualaikum, Debby!” sapa Cindy pula sambil berjalan ke tempat duduknya, debby pun menjawab salam Cindy dengan nada malu dan tersipu, “waalaikumsalam”. Cindy memang selalu mengingatkan Debby, bahwa salam atau sapaan orang islam itu adalah Assalamualaikum, namun begitulah, Debby selalu saja lupa.

” tadinya aku fikir, kamu udah datang ke sekolah, eh pas aku masuk kelas, kamu belum datang. Kok tumben sih kamu baru datang? Biasanyakan kamu lebih dulu datang dibanding dengan ku,” kata Debby dengan ekspresi wajah yang sangat ingin tahu. Cindy pun menjawab sambil mengambil buku pelajaran dari dalam tasnya, ” saya juga nggak tahu, tiba-tiba saja tadi subuh kepalaku terasa sangat sakit, dan terasa pusing. Tapi, sekarang udah nggak kok.” Sebenarnya Cindy merasa masih lemah, tapi dia tidak ingin membuat sahabatnya itu khawatir kepadanya. “ouh,,,,,,, tapi, sekarang benar udah nggak pa-pa kan?” Cindy mengangguk pelan, ” syukurlah, kamu nggak boleh remehin sakit kepala yah, soalnya sakit kepala itu adalah gejala atau bahkan dampak dari berbagai macam penyakit.” Lanjut Debby. ” iya, bu guru,” jawab Cindy agak bercanda. Mereka memang sudah seperti saudara.

Seperti biasa, sepulang sekolah Cindy akan langsung pergi bekerja di cafe.

” eh, Debby. Kamu jadi nggak ikut ke tempat kerjaku?” tanya Cindy kepada Debby sambil membereskan peralatan sekolahnya.

” duh, sorry banget yach, Cin! Soalnya nanti aku ada janji sama mamaku, terus aku juga udah beritahu papaku kalau aku nggak bisa datang. Tapi, kalau besok insya Allah aku bisa kok.” jawab Debby.

” ouh,,,, nggak pa-pa kok. Itukan tergantung kamu!” ” kalau gitu, aku pergi duluan yach! Takut terlambat. Assalamu alaikum!” kata Cindy dan terus keluar kelas.

” Waalaikum Salam” jawab Debby.

    Ketik Cindy hendak membersihkan meja yang baru saja ditempati oleh seorang wanita yang umurnya kira-kira sama dengan ibu pantinya, ia melihat ada tas di atas meja tersebut. ” ini tas siapa yach?” kata Cindy sambil mengambil tas tersebut dan menengok ke arah pintu keluar cafe. ” syukurlah, itu pasti ibu yang baru saja menempati meja ini. Dan ini pasti tas ibu itu,” dengan senyumnya, Cindypun berjala mendekati ibu itu., yang telah berada di parkiran ” Assalamu Alaikum, bu! Emh… apa benar ini tas ibu?” tanya Cindy sambil menunjukan tas yang ia temukan di atas meja tadi. “alhamdulillah, ia benar ini tas saya. Terima kasih yach, hampiiiir saja saya kebingungan karena kunci mobil, dompet, dan lainnya itu ada di dalam tas ini.” Kata ibu itu. “Ini ambillah, sebagai rasa terima kasih!” ibu itupun mengeluarkan 3 lembar uang seratus ribu rupiah dan hendak memberikannya kepada Cindy. Namun, Cindy menolak, ” terimah kasih, bu! Tapi, saya ikhlas kok, bu. Maaf, bu saya belum menyelesaikan pekerjaan saya. Assalamu alaikum!” kata Cindy dan meninggalkan tempat parkiran tersebut. ” subhanAllah, ternyata masih ada di dunia ini anak seperti itu. ” Ibu itu kagum melihat tindakan Cindy dan berfikir di dalam hatinya, ” andai saja anakku masih ada, aku berharap ia seperti anak itu!” ibu itupun menaiki mobilnya dan pergi.

    Lagi, dan lagi. Cindy mimisan lagi setelah berbuka puasa. Cindy tidak tahu mengapa ia selalu saja mimisan. Tapi, ia tidak bisa ke rumah sakit untuk memeriksanya, karena ia tidak punya biaya. Dia juga tidak ingin merepotkan Debby, dan juga ibu panti. Sedangkan gajinya, ia gunakan untuk kehidupan sehari-harinya dan untuk membayar sewa rumahnya. Terkadang juga ia memberikan sedikit dari gajinya pada panti asuhan tempat ia dibesarkan. Cindy hanya bisa berdoa kepada Allah SWT agar ia dijauhkan dari berbagai macam penyakit dan dipertemukan kepada orang tuanya, bila orang tuanya masih hidup.

    Keesokan harinya, seperti biasa, sepulang sekolah Cindy bekerja di cafe, namun kali ini ia ditemani oleh Debby. Kata Debby sih, dia ingin buka puasa bersama sahabatnya, Cindy di cafe itu, pada saat waktu buka puasa tentunya.

    Sesampainya di sana, ternyata ada ibu itu lagi, yang kemarin melupakan tasnya. Ibu itu menyapa Debby, ” eh, nak Debby! Bagaimana kabarnya? Eh ada nak……. maaf saya tidak tau siapa namamu! Namanya siapa nak?” kata ibu itu. “nama saya Cindy, teman sekolahnya Debby,” kata Cindy. Ibu itu sedikit kelihatan kaget mendengar nama Cindy, kemudian ia menggelengkan kepalanya. Ibu itupun melanjutkan percakapannya, ” kamu tahu nggak Debby? Ini teman kamu, Cindy, kemarin udah bantu tante loh! Kan kemarin tante lupa ambil tas tante di meja ini. Tante udah sampai di parkiran, untung saja ada nak Cindy ambilin tas saya, kalau saja orang jahat yang mengambil tas tante mungkin sudah diambil, kalau nggak ada nak Cindy, tante nggak tau deh harus bagaimana,” jelas ibu itu dengan panjang lebar. ” ibu nggak usah begitu! Itu sudah kewajiban saya, membantu orang yang membutuhkan.” Jawab Cindy yang merasa tidak enak dipuji seperti itu. ” ya…… sudah dulu yah, tante. Soalnya aku mau ketemu papa dulu, sedangkan Cindy juga mau kerja dulu.” Kata Debby. “Assalamu alaikum.” salam Debby dan Cindy. ” walaikum salam” jawab ibu itu lalu melanjutkan mengetiknya. Dia adalah sekretaris suatu perusahaan yang terkenal, jadi maklum kalau ibu itu selalu mencari tempat yang tenang untuk mengetik, apalagi saat bulan puasa, jarang ada yang mengunjungi cafe kecuali waktu berbuka puasa, pasti sangat ramai.

    Pada saat buka puasa, Cindy dan Debby makan bersama sambil berbincang-bincang.

” ibu yang tadi itu siapa sich?” tanya Cindy kepada Debby.

” ouh….. yang tadi itu? Itu namanya tante Tiara. Dia itu saudara papa aku. Keluarganya itu sangat menyedihkan, anaknya saat masih berusia 1 minggu, di culik, tapi, saat penculiknya udah ditangkap, eh malah anaknya tante Tiara nggak ada, kata penculiknya sih, anaknya tante itu, di simpan di tempat ronda, lalu penculiknya pergi buang air kecil, pas kembali, eh anaknya udah nggak ada. Tau deh sekarang udah di mana. Terus, suaminya sudah meninggal 3 tahun yang lalu gara-gara kanker darah.” Jelas Debby.

” astaghfirullah…… kasihan sekali bu Tiara, itu! Tapi kok dia kelihatannya baik-baik saja yah? Seolah tidak ada masalah.” tanya Cindy lagi.

” yaa……. begitulah! Itu sudah karakter tanteku, nggak pernah aku melihatnya sedih. Dia selalu nyembunyiin kesedihannya.” Kata Debby dan memulai makannya.

” tante Tiara itu sama denganmu, dia juga masih berharap dapat ketemu sama anaknya. Dia selalu bilang, kalau anaknya ada, pasti dia sudah sebesar aku.” Lanjut Deby setelah mengunyah makanannya.

” andai ibuku masih hidup, kuharap dia itu tidak benar-benar membuangku!” kata Cindy membuat suasana hening.

” kamu jangan bilang gitu! Aku yakin kok kalau orang tua kamu melakukan itu pasti tidak sengaja atau mungkin karena ada alasan tertentu.” Kata Debby berusaha mengembalikan suasana.

” emh…. oh iya, papaku bilang kalau anak itu saat diculik mengenakan kalung, tante Tiara yang memakaikannya.” Lanjut Deby.

Cindy tiba-tiba tersedak. ” kamu kenapa, Cindy? Ayo minum dulu!”. Kata Debby, dan memberikan segelas air minum. ” alhamdulillah, aku nggak pa-pa kok! Tadi kamu bilang kalung? Apa ada tulisan nama dikalung yang anak itu kenakan?” tanya Cindy dengan penuh harap.

” aduh… kalau itu, aku juga kurang tahu, Cin! Emangnya kenapa?” jawab Debby kaget, karena Cindy begitu bersemangat.

“nggak, nggak pa-pa kok. Maaf kalau aku membuatmu kaget!” jawab Cindy dengan nada yang lebih tenang. Cindy tidak memberitahu tentang kalung miliknya, karena nanti ia dianggap hanya mengada-ada.

Setelah bekerja, Cindy langsung pulang ke rumahnya. Cindy mimisan lagi, tapi, ia tidak begitu kaget. Hal itu sudah ia anggap biasa, itu sudah sering terjadi. Setelah shalat maghrib, Cindy memikirkan apa yang terjadi kepadanya? ” apa mungkin ibu Tiara itu adalah ibu yang selama ini kucari? Dan, apa aku ini adalah anak yang diculik dan ditinggalkan penculik itu? Dan, aku adalah anak yang dicari bu Tiara?” Cindy terus bertanya-tanya dalam hatinya. ” astaghfirullah, aku kenapa sih? Rasanya aku sangat yakin kalau ibu Tiara itu adalah ibu kandungku. oh iya aku bisa ke panti, terus tanya ke ibu, di mana aku di temukan?” fikir Cindy.

Setelah shalat tarwih, ia segera pergi ke panti. ” Assalamu Alaikum…… Assalamu Alaikum… bu! Assalamu Alaikum!” salam Cindy berulang-ulang. Akhirnya ibu panti membuka pintu sambil menjawab salam Cindy. Saat melihat bahwa ternyata anak yang datang ke panti adalah Cindy, ibu panti langsung memeluk Cindy dan mempersilahkannya masuk. ” ibu buatin minum dulu yah!” tawar ibu panti. ” nggak usah bu! Saya hanya ingin menanyakan sesuatu,” cegah Cindy dengan tatapan serius. Ibu pantipun duduk kembali dan siap mendengarkan cerita Cindy. Cindy memulai pembicaraan, ” aku ingin tanya, bu, di mana aku di temuin pertama kali, bu? Apa ibu bisa ceritain semuanya ke aku?” ” tentu saja. saat itu, ibu pergi membeli beras di warung. Tiba-tiba saja ibu mendengar suara tangisan bayi, ibupun mencari di mana suara tangisan bayi itu. Akhirnya, ibu temuin kamu di pos ronda yang tidak jauh dari warung, lalu…..” ibu panti berhenti bercerita, melihat Cindy meneteskan air matanya, ibu melanjutkan ceritanya ketika Cindy mulai tenang, ” lalu ibu membawamu pulang bersama ibu, karena ibu fikir ada orang yang sengaja meninggalkanmu sendirian.” ” jadi, jadi, benar aku anaknya bu…..” Cindy jatuh pingsan, ibu panti sangat panik dan membawa Cindy ke kamarnya untuk beristerahat sebentar.

Ketika Cindy sadarkan diri, jam dinding sudah menunjukkan pukul. 11.00 pm. Cindy langsung pamitan dengan ibu panti dan yang lainnya. ” kamukan baru sadar, jadi kenapa kamu tidak menginap saja di panti?” kata ibu panti, melihat wajah Cindy yang pucat. “terimah kasih, bu. Tapi,saya harus mencari ibu kandungku, sebelum aku tidak dapat melihatnya dengan tatapan sebagai ibu kandungku! Assalamu Alaikum!” jelas Cindy, kemudian keluar.

Cindypun berlari sekuat tenaganya untuk ke rumah Debby. Meskipun kepalanya sangat sakit, ia tetap berlari. Sesampainya di rumah Debby, Debby sangat kaget melihat temannya berada di depan pintu rumahnya saat jam setengah dua belas malam. Debbypun mengajak Cindy masuk ke kamarnya, dan Cindy tidak bisa menolak karena kepalanya sudah terasa sanga….t sakit.

Sampai di kamar Debby, Cindy menceritakan semua tentang dirinya, “….dan ternyata ibu kandungku adalah… bu TIARA! Aku mohon Debby antarkan aku ke rumahnya, aku sangat ingin merasakan kasih sayang orang tuaku!” Cindy memohon dengan sangat. ” emh, Cindy! Kamu terlihat sangat pucat, sebaiknya kamu isterahat di tempatku dulu, terus besok baru deh kita ketemu sama tante Tiara!” tawar Debby kepada Cindy. Tapi, belum sempat Cindy menerima atau menolak tawaran Debby, Cindy jatuh pingsan lagi. Debby sangat panik dan langsung membangunkan kedua orang tuanya dan membawa Cindy ke rumah sakit.

Saat Cindy sadarkan diri, ia sudah berada di rumah sakit. Dan ada Debby, orang tua Debby, ibu panti, dan…. bu Tiara. Cindy tersenyum lemah, melihat semua orang yang ia sayangi ada di sana. ” nak Cindy, kamu sudah sadar, nak? Ibu memang sudah mengira kalau kamu adalah anak kandung ibu!” kata bu Tiara dengan meneteskan air mata. ” sebenarnya aku ini kenapa? Kenapa aku harus berada di rumah sakit, bu?” tanya Cindy kaget meliat keadaannya. Ibu Cindy terdiam, akhirnya Debby menjawab pertanyaan temannya itu, ” kau menderita penyakit kanker darah stadium 4…… sama dengan papamu dulu!” Debby berusaha menahan tangisnya. ” astaghfirullah, mungkin ini memang sudah kehendak Allah SWT, dan aku sebagai manusia biasa, tidak dapat menolak kehendak Allah SWT. Tapi, setidaknya Allah sudah memberikanku kesempatan bertemu dengan ibu kandungku, meskipun aku tidak sempat bertemu dengan ayahku, Alhamdulillah!” kata Cindy, berusaha menenangkan dirinya, dan tersenyum. Ibu Cindy terlihat sangat sedih, dan berkata, ” jangan bilang begitu, nak! Kamu pasti sembuh!” ” bu, aku mohon, aku tidak ingin tinggal di rumah sakit ini! Rasanya tidak nyaman, aku mohon, perlakukan aku seperti biasanya saja!” pinta Cindy. Akhirnya Cindy pulang bersama ibu kandungnya.

Ketika Cindy hendak membeli bumbu makanan di warung, Cindy bertemu dengan seorang kakek-kakek yang meminta sedekah dari Cindy. Cindy merasa sangat kasihan melihat seorang kakek, yang sudah sangat tua.

” ini, kek ambillah! Semoga uang ini bisa beruna untuk kakek!” Cindypun memberikan uang yang tadinya ingin ia gunakan untuk belanja di warung.

” alhamdulillah, terimah kasih nak! Kamu memang anak yang baik, semoga Allah membalas kebaikanmu! Tapi, mengapa kamu kelihatan sangat pucat, nak? Ceritalah kepada kakek, siapa tahu kakek bisa bantu!” tanya kakek itu, berusaha membantu.

” saya….. menderita penyakit kanker darah, kek. Dan penyakitku ini sudah sulit disembuhkan. Tapi, insyaAllah saya ikhlas kok, kek. Mungkin ini memang sudah takdirku. Saya hampir saja tidak menerimanya, kek. Karena, baru saja saya dipertemukan dengan mama saya. Tapi, setdaknya Allah masih memberiku kesempatan merasakan memiliki seorang ibu.” Cerita Cindy.

” kakek hanya bisa sedikit membantu kamu, nak! Kalau saran kakek, minumlah segelas air zam-zam! Niatkanlah kesembuhanmu! Kemudian syahadatlah sebagai ummat islam! Yakinlah bahwa dengan air zam-zam itu dan dengan izin Allah SWT, kamu bisa sembuh!” jelas kakek itu. “Ini kakek punya sedikit air zam-zam! Semoga sembuh ya, nak!” lanjut kakek itu dan memberikannya sebuah botol yang memiliki setengah air zam-zam.

Cindypun menerima air zam-zam yang di berikan oleh kakek itu dan menatap air zam-zam itu, ” emh…. terimah kasih ya, kek!” Cindy menoleh lagi ke arah kakek tadi. Tapi, ternyata kakek itu sudah tidak ada. ” subhanAllah, apakah ini adalah pertolonganmu yaa Allah?” kata Cindy heran.

    Sesampainya dirumahnya, Cindy menceritakan semuanya kepada ibunya. Dan ia mencoba saran kakek tadi. Setelah itu ia merasa tidak terlalu sakit lagi, dan ketika dibawah ke rumah sakit, untuk mengecek kesehatan Cindy, dokter berkata, ” subhanAllah, apa yang telah terjadi kepada anak ibu, itu karena Allah SWT. Anak ibu sudah sembuh dari penyakitnya.

Alhamdulillah…..

 

~TAMAT~

Created By:

Nur Khalisa Syafar