Home » Islam » Shalat itu Penting

Shalat itu Penting

PENTINGNYA SHALAT BAGI SAYA

Berdasarkan pengalaman dan beberapa sumber lain dari internet, saya dapat memaparkan tentang “PENTINGNYA SHALAT BAGI SAYA”.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

بُنِيَ
الْإِسْلَامُ
عَلَى
خَمْسٍ
شَهَادَةِ
أَنْ
لَا
إِلَهَ
إِلَّا
اللَّهُ
وَأَنَّ
مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ
وَرَسُولُهُ
وَإِقَامِ
الصَّلَاةِ
وَإِيتَاءِ
الزَّكَاةِ
وَحَجِّ
الْبَيْتِ
وَصَوْمِ
رَمَضَانَ

“Islam dibangun atas lima pondasi: Yaitu persaksian bahwa tidak ada sembahan (yang berhak disembah) melainkan Allah, bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, dan berpuasa ramadhan.”

Shalat merupakan rukun Islam kedua dan merupakan amalan yang paling utama dan paling dicintai oleh Allah SWT. Muhammad SAW menjadikannya sebagai penjaga darah dan harta, sehingga kapan seseorang meninggalkannya maka darah dan hartanya akan terancam. Karena sangat pentingnya shalat ini, sampai-sampai dialah amalan pertama yang hamba akan dihisab dengannya pada hari kiamat. Di dalam hadits Ibnu Mas’ud secara marfu’ disebutkan:

أَوَّلُ
مَا
يُحَاسَبُ
بِهِ
الْعَبْدُ
الصَّلَاةُ
وَأَوَّلُ
مَا
يُقْضَى
بَيْنَ
النَّاسِ
فِي
الدِّمَاءِ

“Amalan pertama yang dengannya seorang hamba dihisab adalah shalat dan sesuatu pertama yang diputuskan di antara para manusia adalah mengenai darah.” (HR. An-Nasai no. 3926 dan selainnya)

 

Seperti yang kita ketahui bahwa, Shalat dalam arti kecilnya berarti do’a kepada Allah SWT dan sebagai sarana pendekatan diri manusia dengan Allah. Bagi seorang Muslim, termaksud saya, shalat itu wajib hukumnya dan dosa jika ditinggalkan. Orang Muslim wajib mendirikan shalat lima kali sehari, yakni Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya’. Mendirikan shalat bagi umat Muslim adalah suatu keharusan.

Adapun manfaat-manfaat shalat yang pernah saya baca adalah :

 

    1.)    Menjaga Dan Menyegarkan Badan.

        Sebelum mendirikan shalat, tentunya kita harus wudhu terlebih dahulu. Banyak orang kurang mengetahui manfaat wudlu. Jika kita benar-benar berwudhu dengan tertib, Insya Allah akan terasa manfaatnya, seperti membersihkan kotoran-kotoran kecil pada badan kita dan menyegarkan badan kita apabila udara sedang terik.

 
 

    2.)    Mengobati Wajah Yang Kotor.

        Selain membersihkan kotoran dan menyegarkan badan, berwudlu juga bisa mengobati wajah yang kotor karena jerawat. Pada saat kita membasuh muka, Insya Allah kotoran pada wajah akan terhapus dan pada saat kita sujud selagi shalat, wajah akan bersih, lembut, dan segar.

 
 

    3.)    Belajar Mengalokasikan Waktu.

        Manfaat lain mendirikan shalat adalah kita dapat belajar mengalokasikan waktu yang tepat dan berencana. Kita akan dididik untuk membuat jadwal sehari-hari untuk waktu shalat dan sebagainya. Melalui manfaat ini, diharapkan tingkat keteledoran waktu dapat diminimalkan.

 
 

    
 

    

4.)    Mendidik Untuk Berpakaian Yang Benar.

        Shalat akan kurang syah jika pakaian yang kita pakai kotor dan tidak sehat. Dalam hal ini shalat mengajarkan kepada kita untuk selalu berpakaian yang rapi dan senantiasa menutup aurat, terutama bagi wanita. Dengan shalat, pakaian kita akan disesuaikan dengan sendirinya.

 
 

    5.)    Melatih Tingkat Keteraturan.

        Melalui shalat kita juga dapat melatih diri menjadi orang yang teratur, tidak sering bercanda, dan belajar untuk berkonsentrasi penuh. Shalat membutuhkan tingkat kekonsentrasian yang sangat tinggi agar kita tidak banyak melakukan kesalahan ketika shalat. Shalat juga mendidik kita untuk belajar memperhatikan. Pandangan kearah sujud akan membuat kita terbiasa memandang satu arah tujuan.

 
 

    6.)    Melatih Tingkat Ingatan.

        Dengan terbiasa melakukan gerakan shalat atau rakaat shalat yang sesuai dengan aturan shalat, kita akan senantiasa meningkatkan tingkat ingatan kita agar jangan sampai kurang atau lebih gerakan rakaat shalat.

 
 

    7.)    Sebagai Olah Raga Harian.

        Tahukah Anda bahwa shalat akan menjadi “olahraga rutin” Anda? Dengan terbiasa shalat lima kali sehari, Insya Allah kita akan selalu shalat lima kali sehari secara rutin tanpa ada jamal qashar-nya. Ini secara tidak langsung akan menjadi salah satu “olahraga favorit” kita setiap hari. Disebut olahraga karena setiap gerakan shalat ada manfaatnya. Berdiri bermanfaat menjaga keseimbangan tubuh, ruku’ bermanfaat menegakkan tulang punggung, sujud bermanfaat menahan berat tubuh, tahiyat bermanfaat untuk menahan rasa sakit dan menjaga jarak, dan salam bermanfaat untuk memperkuat otot-otot pada leher.

 
 

    8.)    Belajar Menghafal Ayat – Ayat Al–Qur’an.

        Dengan mendirikan shalat, akan banyak bacaan yang kit abaca. Bacaan-bacaan surat dari Al-Quran akan membuat kita hafal isi-isi surat Al-Quran secara alami dan kita akan terbiasa sebagai orang yang banyak cakap namun padat berisi. Kita juga akan terbiasa melafalkan pronunciation dalam bahasa Arab.

 
 

    9.)    Membuat Hidup Kita Menjadi Tenang Dan Damai.

        Mendirikan shalat juga mampu membuat hidup kita menjadi tenang dan damai. Pada saat kita mengucapkan bacaan shalat dengan kusyuk, kita akan merasa seperti ada ketenangan dan kedamaian di sekitar kita. Ini sangat berpengaruh bagi pembatalan permusuhan kita dengan musuh kita.

 
 

    10.)    Membuat Kita Segan Mengucapkan Kata Umpatan.

        Dengan mendirikan shalat, kita akan terbiasa mengucapkan kata-kata yang lembut dan penuh harapan do’a. Sehingga, saat kita sedang kesal atau jengkel, kita akan segan mengeluarkan kata-kata umpatan yang pedas. Sebagai tambahan, shalat juga menahan armada amarah kita sehingga kita tidak cepat marah. Nafsu yang negative juga dapat ditahan dan dihilangkan dengan shalat.

 
 

    11.)    Membuat Kita Sebagai Orang Yang Selalu Melunasi Hutang.

        Manfaat lainnya daripada shalat adalah kita dapat menjadikan diri kita sebagai orang yang selalu melunasi hutang. Bagi umat Muslim sejati, jika telah sangat terbiasa mendirikan shalat, maka ketika tidak mendirikan shalat sekali waktu, itu akan dianggap sebagai hutang yang wajib dibayar. Kita akan merasa ada hutang yang perlu dilunasi apabila belum mendirikan shalat. Dan ketika kita selesai mendirikan shalat, akan ada perasaan lega dalam bathin kita karena telah melunasi hutang. Insya Allah kita akan terbiasa sebagai orang yang mandiri dan tidak suka meminjam-minjam uang dari orang lain. Sebagai pedoman, jika kita sekali khilaf atau tidak bisa mendirikan shalat karena factor non-teknis, kita dapat melakukan shalat jamal qashar. Inilah manfaat shalat.

 

Tahukah kalian bahwa pentingnya shalat sehingga untuk memberikan perintah shalat Allah berkenan memanggil sendiri Rasulullah SAW untuk menghadap-Nya secara langsung. Sedangkan untuk perintah-perintah Allah yang lain selalu disampaikan kepada Rasulullah melalui perantaraan malaikat Jibril. Karena shalat merupakan ibadah yang terpenting bagi kehidupan umat, maka tentulah banyak mengandung hikmah baik ditinjau secara moral (rohani) maupun fisik (jasmani).

1.
Tinjauan dari segi moral

Shalat merupakan benteng hidup kita agar jangan sampai terjerumus ke dalam perbuatan keji dan munkar. Hal ini tampak jelas dalam firman Allah SWT yang mengandung makna, bahwa :

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar”
(QS. Al Ankabut 45)

Shalat yang khusu’ mewujudkan suatu ibadah yang benar-benar ikhlas, pasrah terhadap zat Yang Maha Suci dan Maha Mulia. Di dalam shalat tersebut kita meminta segala sesuatu dari-Nya, memohon petunjuk untuk mendapatkan jalan yang lurus, mendapat limpahan rahmat, rizki, berkah dan pahala dari-Nya. Oleh karena itu orang yang shalatnya khusu’ dan ikhlas karena Allah SWT akan selalu merasa dekat kepada-Nya dan tidak akan menghambakan diri, tidak akan menjadikan panutan selain daripada Allah SWT. Dengan kata lain segala sesuatu yang dilakukan hanyalah karena Allah dan hanya untuk mendapatkan ridlo’ dari Allah. Maka pantaslah jika Allah berfirman :

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) orang-orang yang khusu’ dalam sembahyangnya”

(QS. Al Mu’minuun 1-2)

Disamping itu shalat juga membersihkan jiwa dari sifat-sifat yang buruk, khususnya cara-cara hidup yang materialis yang menjadikan urusan duniawi lebih penting dari segala-galanya termasuk ibadah kepada Allah. Kebersihan dan kesucian jiwa ini digambarkan dalam sebuah hadits :

“Jikalau di pintu seseorang diantara kamu ada sebuah sungai dimana ia mandi lima kali, maka apakah akan tinggal lagi kotorannya (yang melekat pada tubuhnya) ? Bersabda Rasulullah saw : ‘Yang demikian itu serupa dengan shalat lima waktu yang (mana) Allah dengannya (shalat itu) dihapuskan semua kesalahan’.”

(HR. Abu Daud)

Yang dimaksud kesalahan disini adalah yang berupa dosa-dosa kecil, sedangkan yang berupa dosa besar tetap wajib dengan bertaubat kepada Allah.

Jadi pada hakekatnya shalat itu mendidik jiwa kita agar terhindar dari sifat-sifat takabur, sombong, tinggi hati, dan sebagainya, serta mengarahkan kita agar selalu tawakal dan berserah diri kepada Allah SWT. Hal ini karena pada dasarnya manusia selalu berkeluh kesah apabila ditimpa kesusahan dan bersifat kikir apabila mendapat kebaikan, ini sesuai dengan salah satu firman Allah :

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan, maka ia berkeluh kesah dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya” (QS. Al Ma’aarij)

Apabila kita mendapat suatu musibah maupun kesulitan, maka kita harus memohon pertolongan kepada Allah dengan mengerjakan shalat dan bersabar serta tawakal.

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusu’.”

(QS. Al Baqarah 45)

“Hai orang-orang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

(QS. Al Baqarah 153)

Di dalam salah satu firman-Nya Allah juga menegaskan nilai positif dari shalat :

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram”

(QS. Ar Ra’d 28)

Disamping hal-hal diatas, shalat juga membina rasa persatuan dan persaudaraan antara sesama umat Islam. Hal ini dapat kita lihat antara lain, apabila seseorang shalat tidak dalam keadaan yang khusus pasti selalu menghadap kiblat yaitu Ka’bah di Masjidil Haram Mekah. Umat Islam di seluruh dunia mempunyai satu pusat titik konsentrasi dalam beribadah dan menyembah kepada Khaliq-nya yaitu Ka’bah, hal ini akan membawa dampak secara psikologis yaitu persatuan, kesatuan, dan kebersamaan umat. Contoh lain adalah pada shalat berjamaah, shalat berjamaah juga mengandung hikmah kebersamaan, persatuan, persaudaraan dan kepemimpinan dimana pada setiap gerakan shalat ma’mum mempunyai kewajiban mengikuti gerakan imam, sedangkan imam melakukan kesalahan, maka ma’mum wajib mengingatkan. Sehingga pada shalat berjamaah keabsahan maupun kebenaran dalam shalat lebih terjamin, dan diantara jama’ah akan timbul rasa kebersamaan dan persatuan untuk menyelamatkan jama’ah mereka. Ibarat orang berkendaraan, penumpang akan selalu ikut menjaga keamanan dan keselamatan kendaraan yang ditumpanginya. Oleh karena itu tidaklah berlebihan jika shalat berjamaah mendapatkan tempat yang lebih dibandingkan dengan shalat sendiri. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw :

“Shalat berjamaah lebih utama (pahalanya) dua puluh derajat” (HR. Bukhary & Muslim dari Ibnu Umar)

2. Tinjauan dari segi fisik (kesehatan)

Shalat disamping mengandung hikmah secara moral seperti diuraikan diatas, juga mengandung hikmah secara fisik terutama yang menyangkut masalah kesehatan.

Hikmah shalat menurut tinjauan kesehatan ini dijelaskan oleh DR. A. SABOE yang mengemukakan pendapat ahli-ahli (sarjana) kedokteran yang termasyhur terutama di barat. Mereka berpendapat sebagai berikut :

a) Bersedekap, meletakkan telapak tangan kanan diatas pergelangan tangan kiri merupakan istirahat yang paling sempurna bagi kedua tangan sebab sendi-sendi, otot-otot kedua tangan berada dalam posisi istirahat penuh. Sikap seperti ini akan memudahkan aliran darah mengalir kembali ke jantung , serta memproduksi getah bening dan air jaringan dari kedua persendian tangan akan menjadi lebih baik sehingga gerakan di dalam persendian akan menjadi lebih lancar. Hal ini akan menghindari timbulnya bermacam-macam penyakit persendian seperti rheumatik. Sebagai contoh, orang yang mengalami patah tangan, terkilir maka tangan/lengan penderita tersebut oleh dokter akan dilipatkan diatas dada ataupun perut dengan mempergunakan mitella yang disangkutkan di leher.

b) Ruku’, yaitu membungkukkan badan dan meletakkan telapak tangan diatas lutut sehingga punggung sejajar merupakan suatu garis lurus. Sikap yang demikian ini akan mencegah timbulnya penyakit yang berhubungan dengan ruas tulang belakang, ruas tulang pungung, ruas tulang leher, ruas tulang pinggang, dsb.

c) Sujud, sikap ini menyebabkan semua otot-otot bagian atas akan bergerak. Hal ini bukan saja menyebabkan otot-otot menjadi besar dan kuat, tetapi peredaran urat-urat darah sebagai pembuluh nadi dan pembuluh darah serta limpa akan menjadi lancar di tubuh kita. Dengan sikap sujud ini maka dinding dari urat-urat nadi yang berada di otak dapat dilatih dengan membiasakan untuk menerima aliran darah yang lebih banyak dari biasanya, karena otak (kepala) kita pada waktu itu terletak di bawah. Latihan semacam ini akan dapat menghindarkan kita mati mendadak dengan sebab tekanan darah yang menyebabkan pecahnya urat nadi bagian otak dikarenakan amarah, emosi yang berlebihan, terkejut dan sebagainya yang sekonyong-konyong lebih banyak darah yang di pompakan ke urat-urat nadi otak yang dapat menyebabkan pecahnya urat-urat nadi otak, terutama bila dinding urat-urat nadi tersebut telah menjadi sempit, keras, dan rapuh karena dimakan usia.

d) Duduk Iftrasy (duduk antara dua sujud & tahiyat awal), posisi duduk seperti ini menyebabkan tumit menekan otot-otot pangkal paha , hal ini mengakibatkan pangkal paha terpijit. Pijitan tersebut dapat menghindarkan atau menyembuhkan penyakit saraf pangkal paha (neuralgia) yang menyebabkan tidak dapat berjalan. Disamping itu urat nadi dan pembuluh darah balik di sekitar pangkal paha dapat terurut dan tirpijit sehingga aliran darah terutama yang mengalir kembali ke jantung dapat mengalir dengan lancar. Hal ini dapat menghindarkan dari pengakit bawasir.

e) Duduk tawaruk (tahiyat akhir), duduk seperti ini dapat menghindarkan penyakit bawasir yang sering dialami wanita yang hamil. Kemudian duduk tawaruk ini juga dapat untuk mempermudah buang air kecil.

f) Salam, diakhiri dengan menoleh ke kanan dan ke kiri. Hal ini sangat berguna untuk memperkuat otot-otot leher dan kuduk, selain itu dapat pula untuk menghindarkan penyakit kepala dan kuduk kaku.

Seperti yang kita tahu, bahwa shalat berjamaah itu lebih baik dibandingkan shalat sendiri. Seperti yang sekarang ini diterapkan di SMA kita (SMAN 2 BARRU) bahwa, selusuh siswa siswi SMAN 2 BARRU harus menjalankan shalat berjama’ah lima waktu di mushollah, kecuali yang berhalangan. Mengapa demikian???

Karena dalam fatwa “Komisi Fatwa Ulama, Lajnah Daimah” di Saudi disebutkan manfaat shalat berjamaah, diantanranya:

  1. Seseorang terlepas dari sikap nifaq

Sebagaimana firman Allah SWT, “sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah adalah yang beriman pada Allah, hari akhir, dan mendirikan shalat serta membayar zakat” (QS At-taubah 18).

  1. Orang yang Shalat Berjamaah akan dijauhi oleh setan

sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Tidakkah ada dari tiga orang dalam satu kampung, yang tidak mendirikan shalat disana, kecuali ia akan diterkam oleh setan. Maka hendaklah kalian berjamaah, sebab sesungguhnya serigala akan menerkam kambing yang terpisah dari teman-temannya” (HR Ahmad, Abu Daud dan An-Nasai)

  1. Shalat Jamaah bisa memunculkan suasana saling kenal dan keterikatan batin serta kerjasama antara sesama umat islam

Situasi itu bisa melahirkan pembangunan masjid-masjid untuk tempat berkumpul umat islam yang melakukan shalat di dalamnya.

Beberapa gamabar pelaksanaan shalat berjamaah.

 

 

Semoga gambar-gambar itu, dapat membantu untuk membuktikan bahwa pentingnya shalat terutama berjamaah, tidak perduli dimanapun itu. Selama kita masih memungkinkan untuk mengerjakannya.

Banyak umat islam yang masih mempertanyakan, “mengapa kita harus shalat???”

Pertanyaan tersebut akan menjadi sebuah pertanyaan yang klise dan tak bermakna bagi mereka yang meyakini bahwa akal adalah satu-satunya instrumen untuk menemukan kebenaran dan kebathilan, bagi mereka yang meyakini bahwa agama itu adalah sama dan walaupun terjadi perbedaan hanyalah sekedar perbedaan ekspresi dan cara semata, dan bagi mereka yang terbiasa memperjual-belikan hukum-hukum Allah dengan uang dan peluang. Bagi mereka semua sholat adalah sebuah ritualitas ibadah yang hanya membuang-buang waktu dan membodohi diri.

DR Hasan Hanafi, salah satu pelopor Islam Kiri, menjadi nara sumber dalam sebuah seminar besar yang dihadiri oleh banyak masyarakat. Saat waktu sholat dhuhur tiba, dia masih semangat berceramah di depan orang-orang banyak sampai tiba waktu shalat Ashar. Seorang hadirin bertanya kepadanya: “Maaf, Bapak Doktor, kenapa anda tidak sholat? Dia menjawab: “Kalau saya sholat maka anda dan kawan anda yang rugi. Tapi kalau saya tidak sholat maka Allah pun tidak akan merasa rugi karena Dia Maha Kaya”. Akhirnya penanya tersebut terdiam. Begitulah dia membodohi dirinya dan orang-orang di sekitarnya.

Tapi bagi mereka yang meyakini bahwa hidup adalah sebuah perintah dan perjanjian, maka shalat bukan sekedar ritualitas tapi menjadi sebuah kebutuhan dan kewajiban yang harus dijalaninya dalam kondisi apapun sebagaimana disebutkankan dalam Al-Quran bahwa tujuan hidup kita adalah semata-mata untuk beribadah pada-Nya: “.. dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah-Ku.” (QS Adz- Dzaariyat: 56) Imam Ali menegaskan bahwa maksud dari ayat tersebut adalah: “bahwa Aku akan memerintahkan mereka untuk menyembah Ku dan memanggilnya untuk beribadah kepada Ku”.

Ada sebuah cerita singkat yang saya dapat di internet yaitu,

Ada seorang manusia yang bertemu dengan setan di waktu subuh. Entah bagaimana awalnya, akhirnya mereka berdua sepakat mengikat tali persahabatan. Ketika waktu subuh berakhir dan orang itu tidak mengerjakan shalat, maka setan pun sambil tersenyum bergumam, “Orang ini memang boleh menjadi sahabatku..!”

Begitu juga ketika waktu Zuhur orang ini tidak mengerjakan shalat, setan tersenyum lebar sambil membatin, ” Rupanya inilah bakal teman sejatiku di akhirat nanti..!”

Ketika waktu ashar hampir habis tetapi temannya itu dilihatnya masih juga asik dengan kegiatannya, setan mulai terdiam……

Kemudian ketika datang waktunya magrib, temannya itu ternyata tidak shalat juga, maka setan nampak mulai gelisah, senyumnya sudah berubah menjadi kecut. Dari wajahnya nampak bahwa ia seolah-olah sedang mengingat-ngingat sesuatu.

Dan akhirnya ketika dilihatnya sahabatnya itu tidak juga mengerjakan shalat Isya, maka setan itu sangat panik. Ia rupanya tidak bisa menahan diri lagi, dihampirinya sahabatnya yang manusia itu sambil berkata dengan penuh ketakutan, “Wahai sobat, aku terpaksa memutuskan persahabatan kita !
Dengan keheranan manusia ini bertanya, “Kenapa engkau ingkar janji bukankah baru tadi pagi kita berjanji akan menjadi sahabat ?”. “Aku takut !”, jawab setan dengan suara gemetar. “Nenek moyang ku saja yang dulu hanya sekali membangkang pada perintah-Nya, yaitu ketika menolak disuruh sujud pada “Adam”, telah dilaknat-Nya; apalagi engkau yang hari ini saja kusaksikan telah lima kali membangkang untuk bersujud pada-Nya (Sujud pada Allah). Tidak terbayangkan olehku bagaimana besarnya murka Allah kepadamu !”, kata setan sambil beredar pergi.

Sedangkan iblis yang hanya satu kali membangkang perintah Allah, langsung dilempar ke neraka, bagaimana jika kita tidak melaksanakan satu atau bahkan lebih perintah Allah??? Subhanallah,, saya tidak tahu akan diapakan kita di akhirat nanti. Jia, satu perintah terabaikan sama dengan hukuman iblis, maka bagaimana jika lebih dari itu?

Mungkin hanya ini yang mampu saya posting yang berhubungan tentang pentingnya shalat bagi saya sebagai umat islam. Semoga dapat bermanfaat bagi semua umat muslim, terlebih untuk diri saya sendiri. Lebih dan kurangnya mohon dimaafkan.

Wassalam…

 

By : Nur Khalisa Syafar

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s